
Lampung Utara (SL)-Aktifitas cor BBM jenis solar dan premium di SPBU Prokimal, di Jalan Raya Prokimal Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara terus berlanjut. Selain antrian jerigen ukuran besar, cor BBM juga melibatkan mobil berbagai jenis yang telah di modifikasi, mulai dari L-300, Kijang, dan Carry, serta mobil picup yang disusun puluhan jerigen. Aktifitas ngceor dilakukan pada pagi hari pukul 9-10, dan malam hari.

Sinarlampung.com, mengikuti satu mobil mobil diduga dipergunakan oleh oknum tertentu, untuk melakukan pengecoran bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar bersubsidi untuk kemudian ditimbun., dan kemudian disalurkan kepada perusahaan di Lampung Utara. “Kendaraan itu sudah dimodifikasi sedemikian rupa, dengan melakukan penambahan tangkinya. Mobil milik oknum,” kata sumber dilokasi SPBU, Rabu (01/05/19).

Mobil penampung solar itu membeli dengan harga umum, istilah mereka mengecor BBM dari SPBU Prokimal. Pembelian BBM itu disinyalir dilakukan dalam bentuk kerjasama antara pihak Pengecoran, pengawas SPBU, untuk BBM premium dan solar. “Ya biasanya semua terlibat, termasuk aparat. Ada fee yang dibagi bagi,” ujarnya.

Salah satu warga yang pengecor BBM, Sisworo, Warga Sawojajar, yang sedang sedang menegecor mengunakan mobil, tapi tidak di moduf, hanya didalam mobil membawa 4 jerigen besar ukuran 25 liter, membenarkan dirinya ngecor BBM. “Saya mau mengecor pak saya membawa 4 jerigen dan mengisi mobil. Saya sudah biasa mas mengecor karena pihak SPBU juga tidak melarang dan memperbolehkan saya. Saya juga membayar dengan jumlah sesuai,” ujar Sisworo.

Sebelumnya pengelola SPBU Prokimal, Lili membantah keras, dan menyatakan bahwa itu tidak benar adanya pengecoran masal di SPBUnya. Namun pakta dilapangan jelas adanya pengecor yang bekerja sama, antara pengecor dan pengelola SPBU.
Lili membuat pernyataan yang terbalik dengan keadaan di SPBUnya, yang justru memberikan izin dan membiarkan berbagai kendaraan tersebut mengisi BBM jenis premium dan solar bersubsidi. Tidak hanya mobil midifikasi, tetapi juga banyak kendaraan roda dua yang sudah di modipikasi di sembunyikan supaya tidak nampak.
Pengecor yang menggunakan mobil tidak segan segan menyedot hasil corran ke dalam jerigen yang tidak jauh dari lokasi SPBU tersebut. Kemudian mobil tersebut berputra arah melakukan pengecoran. Atas hal itu, Lili selaku pengelola SPBU berdalih tidak mengatahui hal itu, Hingga berita ini diturunkan pengecoran yang dilakukan dengan kendaraan yang sama masih beroperasi dengan leluasa di SPBU tersebut. (Hamsah)