
Muba (SL)-Ruas jalan Jalan Lintas Sekayu penghubung Desa Gajah Mati-Pali dalam kondisi rusak parak, bahkan mirip kubangan kerbau. Kerusakan Jalan Sekayu-Pali Dan desa Gajah Mati, tepatnya Kecamatan Sungai keruh dan KM 10 Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu. Ironisnya Dinas PUPR Muba dan PU Propinsi Sumatera Selatan terkesan cuek.

Masyarakat sekitar, termasuk para sopir dan warga yang melintas menyebut situasi itu mirip era tahun 80-an, dan tak tersentuh perbaikan. Padahl jalan itu menjadi urat nadi bagi perekonomina, masyarakat Musi Banyuasin (Muba). Kerugian dirasakan tidak hanya masyrakat petani, juga para pelajar yang akan menuju Kota Sekayu
Pantauan sinarlampung.com kondisi jalan provinsi di Desa Gajah Mati menghubungkan antar Kabupaten Muba itu banyak mengalami kerusakan. Selian menggangu penglihatan jika musim karena berdebu, sementar musim hujan menjadi lumpur. Bahkan banyak lubang menganga dan genangan air. Bongkahan batu dari timbunan batu gunung yang tercecer menghiasai jalan tersebut. Selain kemacetan jalan, tak jarang terjadi kecelakaan.
Jumat (29/3), sebuah kendaraan jenis truck mogok, dilubang yang berlumpur dengan kedalaman 50 cm meter. Akibatnya terjadi kemacetan panjang hingga dua kilometer. Akibatny banyak warag yang terlambat kekantor, dan pelajar terlambat kesekolah. “Kami Sudah biasa pak menunggu seperti ini apalagi musim hujan. Sedangkan pemerintah Muba ika, terutame dari Dinas PUPR Raga kurang senergi dengan Propinsi. Sehingga jalan kami di sika rusak parah. Gara-gara kerusakan jalan kami susah kadang magrib baru tiba di rumah. Bahkan kami sering antri panjang di jalan seperti hari ini. Sering macet di jalan karena waktu sudah tidak memungkinkan lagi mau ke Sekayu,” kata warga asal desa Gajah Mati kepada sinarlampung.com, Sabtu (30/3)
Pengguna jalan lainnya, menyatakn hal yang sama, jika kondisi jalan Sekayu-Pali Desa Gajah mati sekarang ini mengingatkannya ke era tahun 80an. “Persis di era tahun 80an kendaraan tak pernah bersih saat melintas. Apalagi pengguna roda dua, setibanya dikota Sekayu mau tak mau mencari air untuk mencuci sepatu dan kaki sepan yang kotor terkena lumpur. Hanya bedanya ditahun 80an itu, kerusakan jalan terjadi secara menyeluruh karena memang belum di aspal.” katanya.
Sementara itu salah satu sopir truck angkutan mengaku, kalau dirinya sempat bermalam dijalan Sekayu-Pali gara-gara mobil yang dikendarainya rusak saat kepater.
Kondisi itu membuat masyrakat Muba harus ektra hati hati, apalgi dimusim hujan saat ini. Jika kurang hati-hati mobil bisa tepatar bahkan terjungkal, “Hendaknya pemerintah Muba segera untuk di perbaiki jangan mentang-mentang jalan propinsi, Pemda Muba Cuek,” katanya. (Sudir. Nk)