
Kota Jayapura (SL)-Wakil Gubernur (Wagub) Papua, Klemen Tinal mengatakan, setelah dilakukan koordinasi dengan masyarakat dan tokoh agama setempat, maka penguburan masaal para korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Sentani sudah bisa dilakukan pada Rabu besok, 20 Maret 2019.
Sedangkan untuk lokasinya, kata Klemen, dari salah seorang ondolofo (kepala adat atau suku di Sentani) memberikan tanah adat untuk dipakai. “Kondisi jazad sudah tak memungkinkan ditahan lagi. Terkait ini, warga sudah setuju, termasuk tokoh agama juga sudah siap,” kata Klemen, di Posko Tanggap Darurat Gunung Merah, Sentani, Selasa, 19 Maret 2019.
Sedangkan untuk menampung para pengungsi, khususnya anak-anak sekolah, kata Klemen, pihaknya meminta agar pemerintah Kabupaten Jayapura melihat kondisi bangunan di Balai Pertanian Yahim. “Tapi nanti dicek dulu, jika layak silahkan dipakai. Jangan sampai bangunan itu juga tergenang. Yang penting, sebelum proses belajar mengajar mulai mereka sudah masuk,” ungkapnya.
Dari laporan Kodam XVII Cendrawasih, Selasa, 19 Maret 2019 hingga pukul 15.30 WIT, tercatat 93 orang ditemukan meninggal dunia di Kabupaten Jayapura karena banjir dan tujuh orang di Kota Jayapura akibat longsor. “Lalu ada 8.773 orang terpaksa mengungsi meninggalkan rumahnya dengan alasan keselamatan,” kata Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 19 Maret 2019. (net)