
Lampung Utara (SL)-Kehidupan itu ibarat labirin, jalan lurus bercecabang. Kadang kala, dalam suatu permainan di kotak labirin, tak jarang kembali menemukan pintu yang sama, jalan yang serupa. Meski begitu, banyak pemain yang mampu menemukan pintu keluar mesti menempuh jalan yang berliku.

Tidak semua orang dianugerahi Tuhan Yang Maha Kuasa dengan sifat ketabahan dan kasih sayang tanpa batas. Serly, (13), warga Desa Negri Campang Jaya, Kecamatan Sungkai Tengah, Kabupaten Lampung Utara ini salah satunya, dengan usai remaja sudah menjadi tulang punggung keluarga, merawat adik berusi tujuh tahun, dan merawat ayah yang terbaring sakit. Tim Komunitas Jum’at Berbagi (KJB) Lampung Utara mengunjungi kediaman Sherly
Serly saat ini tercatat sebagai salah seorang siswa didik di sekolah menengah pertama yang ada di kecamatan Sungkai Tengah. Setiap harinya harus berjibaku mengurus ayahnya, Rustam, (46), yang divonis dokter menderita asam urat kronis dan diabetes akut. Sherly juga harus membagi perhatian dan kasih sayangnya pada adik lelaki Serly satu-satunya, Ricaldo, masih berusia tujuh tahun.
Untuk mencapai kediaman Serly membutuhkan waktu tak kurang satu jam perjalanan dengan menembus jalan lingkar Kabupaten Lampung Utara dengan kondisi bak kubangan kerbau.

Menurut Nedy, warga setempat, kedua orang tua Serly mengalami keretakan rumah tangga saat adik Serly tepat berusia satu tahun. Dan berujung, ibunda tercinta pergi meninggalkan mereka di rumah berdinding papam denga berlantaikan tanah.
“Sepengetahuan saya, ibunya Serly pergi meninggalkan keluarganya sekitar enam tahun yang lalu. Tapi, saya tidak tahu apa penyebabnya, Mas. Semenjak itulah, ayah Serly sering menderita sakit,” kata Nedy, saat berbincang dengan sinarlampung.com, Jum’at pagi, (1/3/2019), menemani Tim Komunitas Jum’at berbagi, yang dinahkodai Firmansyah, MM.
Menurut Nedi, hingga kini, keberadaan ibunya tidak diketahui entah berada dimana. “Serly adalah sosok anak yang memiliki mental, semangat hidup, serta kasih sayang terhadap keluarga yang begitu luar biasa. Selama hampir enam tahun, peran ibu yang mengurus rumah tangga digantikan oleh Serly. Bahkan, mesmi masih berusia belasan, ia mampu merawat ayahnya dan menjadi Tulang punggung keluarga,” kata Nedi.

Mendapatkan informasi tentang adanya seorang anak remaja dari keluarga yang notabene bertaraf hidup prasejahtera dan memiliki semangat serta daya juang di atas rata-rata anak seusianya, menarik empati Tim Komunitas Jum’at Berbagi (KJB) Lampung Utara untuk saling berbagi.
“Kedatangan Tim KJB ke kediaman Serly ini, setelah kami mendengar kabar semangat hidup.yang dijalani Serly. Kami begitu terharu. Dan Serly pantas menjadi panutan bagi kita semua tentang sikap pengabdian pada orang tua yang tulus dan menularkan kasih sayang bagi sesama,” urai Koordinator Tim KJB Lampura, Firmamsyah.
Diakui Firmansyah, semenjak terbentuk, Tim KJB selalu conven untuk memberikan rasa toleransi bagi sesama yang membutuhkan uluran tangan. “Apa yang kami lakukan selama ini, termasuk mengunjungi Serly, adalah bentuk solidaritas sosial, empati atas penderitaan sesama. Hal imi murni atas dasar panggilan hati,” jelas Firmansyah seraya menyerahkan sebentuk tali asih berupa sembako dan uang yang dikumpulkan dari para donatur.
Sementara itu, dengan perasaan penuh haru, Rustam, ayah kandung Serly mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh donatur maupun Tim KJB yang telah menyambangi mereka. (Hamsah)