
Banten (SL)-Pelantikan tiga guru SMKN 1 Kragilan menjadi pejabat struktural di lingkungan Pemprov Banten banyak menjadi cibiran para ASN di lingkungan pemprov Banten. Sebab menurut beberapa ASN, harusnya mereka yang tadinya pejabat fungsional kok tiba-tiba langsung bisa menjadi pejabat struktural. Karena perpindahan dari fungsional ke struktural mempunyai beberapa tahapannya.
“Guru itu kan merupakan fungsional, cara penilaian dan cara kenaikan pangkat atau golongan juga berbeda. Guru kenaikan pangkatnya atau golongan berdasarkan akriditasi. Bisa 2 tahun sekali mereka dapat kenaikan pangkat/golongan,” kata HS, salah seorang ASN Pemda Banten
Nah, kata Dia, jika mereka yang struktula berbeda. Karena harus reguler bisa empat tahun sekali. “Kalau kami yang di struktural kenaikan pangkatnya atau golongan secara reguler. Dimana kenaikan pangkat atau golonganya kami yang mengabdi menjadi staf di struktural itu empat tahun sekali. Padahal, pak Gubernur Wahidin Halim adalah birokrat tulen dan Pak Gubernur lebih tahu dan mengerti hal-hal seperti ini, jangan sebut nama ya om, inisial aja,” ujar HS.
Tapi, kata HS, dirinya tidak mau ikut berpolemik. “Saya tidak ikut dalam polemik ini ya. Itu semua terserah gubernur, semua itu yang pegang kebijakan gubernur. Ya sekarangkan jaman gubernurnya pak Wahidin Halim. ya terserah maunya pak Wahidin Halim lah. Kami ASN yang berada di struktural lingkungan Pemprov Banten hanya bisa menonton dan mengikuti saja kemana arah pak gubernur,” katanya.
Tetapi, lanjutnya pak gubernur harus ingat, bahwa mereka dulu diberangkatkan untuk assesmen. “Nah kira-kira tiga orang guru itu sudah assesmen belum. Sebab anggaran APBD Banten banyak lo di keluarkan untuk melakukan aasesmen kemarin. Assesmen itu kan, katanya untuk mengetahui mutu dan keahlian serta idealkah para calon pejabat jikalau di tempatkan diposisinya,” katanya.
Agar penempatan para calon pejabat itu sesuai dengan keahliannya. Itu misinya assesmen, “Nah sekarang ada guru di lantik jadi pejabat. Betul itu masih sama satu dinas pendidikan, tapikan harus mengikuti alur agar tidak timbul polemik,” tambah HS.
Sebagaimana diketahui, Gubernur Banten Wahidin Halim melalui Pj Sekda Banten Ino S Rawita, Jumat (22/2), melantik 202 pejabat struktural di lingkungan Pemprov Banten. Dari 202 orang pejabat yang dilantik itu, tiga orang diantaranya berasal dari tenaga guru, satu sekolah Guru SMKN 1 Kragilan.
Mereka masing-masing bernama Sirojudin sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Fathurrahman, sebagai Kasubag TU Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kota Cilegon dan Serang Raya, dan Asep Ubaidilah, sebagai Kasubag TU kantor Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang. (ahmad suryadi)