
Lampung Utara (SL)-Waka Polda Lampung memimpinn deklarasi Pemilu 2019 damai, aman, sejuk, bersama Bupati dan Forkopinda Lampung Utara, usai Talk Show TVRI program rumah kita, “Lawan Hoax” di Lampung Utara, Senin 24/2) pukul 16.00. Deklarasi dihadiri KPU Provinsi di halaman taman olah seni, Kota Bumi.
Hadir dalam acara tersebut Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Teddy Minahasa, S.H., S.I.K. Karo Ops Kombes Pol. Yosy, Kabid Humas Kombes Pol. Sulistyaningsih, Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman Sulakaso, S.I.K., Bupati Lampura H. Agung Ilmu Mangkunegara, Dandim 0412/LU, Kajari Lampung Utara Yuliana, Wakil Ketua DPRD Lampung Utara, Ketua KPU Lampura, Ketua Bawaslu Lampura, Ketua NU, ketua FKUB, Ketua MUI, para pimpinan parpol, media, organisasi kemasyarakatan, toko masyrakat, pemuda dan pelajar Lampura.
Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Teddy Minahasa, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda untuk mensosialisasikan kepada masyarakat yang ada di provinsi Lampung.
Sementara, maksud tujuanya adalah mengajaka seluruh elemen masyrakat untuk bersama – sama mendukung pemilu 2019 menuju pemilu yang aman damai dan sejuk. “Tanpa partisipasi masyarakat tidak mungkin seluruh aparat keamanan mampu mengamankan seluruh rangkaian kegiatan pemilu 2019 tersebut,” ujar Wakapolda.
Brigjen Pol. Tedsy menghimbau kepada masyarakat Provinsi Lampung bahwa pesta demokrasi pemilu 2019 adalah tanggu jawab bersama untuk memilih calon pimpinan Nasional yang akan menentukan arah dan kebijakan bangsa Indonesia kedepan. “Mari kita bersama-sama bertanggung jawab atas terselenggaranya pemilu 2019 ini untuk menuju pemilu yang aman damai dan sejuk,” imbuh Wakapolda Lampung.
Sementara Juniardi praktisi media menerangkan hoax dalam kamus Indonesia berita bohong, yang sengaja dibuat itu bohong. Hoak sudah ada zaman sebelum internet. Dulu susah diverifikasi, namun saat ini mudah. Karena sudah ada pembanding berita satu dengan lainnya. Ia mengatakan Ada tiga poin, hoaker berita yang sengaja dibuat untuk berita bohong.
“Hoax juga berisi perbedaan antara Isi dan judul berita. Hoax juga Ada yang benar, tetapi sudah usang. Kemudian untuk Mengatasi hoak dengan membaca literasi, karena berita hoax sengaja menyerang orang, huru hara, kelabui,” terang Juniardi.
Senada dikatakan, Komisioner KPU Lampung, Tio Aliansyah mengatakan pemilu perjalanannya sangat panjang. Informasi yang keliru sangat banyak. Bagaimana bisa memilah, mengendalikan emosi tidak percaya berita hoak, dan men Share ke media sosial.
Minim literasi jika mengirimkan berita hoak tanpa data. “Nah, untuk membentenginya, banyak baca buku yang berkualitas. Dalam Pemilu, bisa tanya ke KPU. Melalui RPP kemarin dapat mengetahui informasi soal Pemilu,”bebernya.
Begitu juga diterangkan Karo Ops Kombes Pol. Yosi Hariyoso. Menurutnya, hoak menyampaikan kebohongan atau berbohong. Setiap informasi jika sudah diragukan perlu kroscek. “Jika tidak pasti maka dosa. Hoak dilarang dapat menimpa orang yang tidak bersalah. Jika menyangkut informasi umum perlu dilakukan cek dan ricek,” terangnya.
Bupati Lampura, H. Agung Ilmu Mangkunegara, mengatakan, medsos berita hoak sangat banyak, saat ini menyosialisasikan soal hoak, terbukti jumlahnya menurun dibandingkan awal tahun, ini menandakan kecerdasan warga di Lampura bertambah baik, “Semoga pemilu dapat berjalan aman, tertib dan lancar,” kata Agung.
Sementara Ust Komaruddin, juga urun rembut menyebutkan Hoax atau kabar palsu, fitnah sudah ada sejak zaman nabi. “Hoax yang tren sekarang itu sudah ada, karena Nabi Muhammad juga pernah menjadi korban fitnah,” katanya. (Ardi)