
Lampung Utara (SL)-Dalam bulan Januari 2019, Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara (Lampura) mengungkap sejumlah 16 dari 39 kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencuriam dengan pemberatan (Curat) yang terjadi dalam wilayah hukum Kabupaten Lampung Utara.
Hal ini disampaikan Kapolres Lampung Utara, AKBP. Budiman Sulaksono, dalam konferensi pers dihadapan sejumlah wartawan, Kamis, (31/1), di Mapolres Lampura.
Dalam ekspose kasus C3 dimaksud, tampak lima pelaku tindak pidana kriminalitas beserta tiga unit kendaraan roda dua juga barang bukti lainnya yang digunakan tersangka dalam melancarkan aksi kejahatannya.
“Selama bulan Januari 2019, Polres Lampura berhasil mengungkap 16 kasus C3 dari jumlah kasus sebanyak 39 kasus. Lima pelaku saat ini telah ditangkap dan sedang dalam pengembangan,” kata Kapolres.
Secara keseluruhan, lanjutnya dalam bulan ini mengungkap 40% kasus dari jumlah perkara yang ada. “Sisanya masih terus dilakukan tindakan kepolisian secara intensif,” ungkap Budiman Sulaksono, saat menyampaikan ekspose kasus kepada wartawan yang didampingi sejumlah pejabat utama Polres setempat, Kamis, (31/1).
Dijelaskan Kapolres Lampura, dari 39 kasus yang ada, yang paling menyita perhatian publik adalah perkara pencurian uang nasabah bank dengan kerugian yang dialami korban senilai Rp. 150 juta.
“Pelaku pencurian uang nasabah bank ini merupakan satu tim yang berjumlah delapan orang. Dari komplotan ini, tertangkap seorang pelaku kunci yang merupakan eksekutor. Pelaku lainnya masih dalam pengembangan dan pengejaran anggota,” jelas Kapolres seraya menunjukkan pelaku dimaksud.
Selain beraksi di wilayah hukum Lampung Utara, kata Budiman Sulaksono, tersangka juga menjadi pelaku utama dalam tujuh tempat kejadian perkara (TKP) lainnya.
“Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, dirinya mengakui kerap beraksi di wilayah Provinsi Jambi, Pangkal Pinang, Jawa Barat, Metro Jaya Jakarta, termasuk juga di Bandarlampung, Lampung Tengah, dan Lampung Utara,” kata Budiman Sulaksono.
Tampak pelaku menganggukkan kepalanya saat Kapolres Lampura membeberkan TKP dan menjelaskan pelaku tindak kriminalitas lintas provinsi ini.
Sementara, tiga pelaku lainnya dalam ekspose kasus dimaksud, diterangkan Kapolres Lampura, kerap beraksi dengan modus operandi pura-pura meminjam kendaraan korban.
“Tiga pelaku ini dalam menjalankan aksinya menggunakan modus berpura-pura meminjam kendaraan korban yang kemudian tidak dikembalikan. Sementara seorang pelaku, ini merupakan spesialis pencurian dengan modus berpatroli terlebih dahulu sembari memantau situasi dan melihat peluang untuk melakukan pencurian dengan menggunakan kunci letter T,” terang Kapolres seraya menunjukkan seorang pelaku lainnya.
Dikatakannya, dengan tertangkapnya pelaku curanmor tersebut tentunya dapat mengurangi angka kriminalitas curanmor di Kabupaten Lampung Utara.
“Dengan adanya ekspose kasus ini, diharapkan, masyarakat Lampung Utara menjadi tenang dan mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada polisi bahwa pada hakekatnya kami personel Polres Lampura secara menyeluruh, tidak tinggal diam dan akan mengungkap semua kejadian yang menimpa masyarakat,” ujar Budiman Sulaksono.
Ditegaskannya, masyarakat pun hendaknya tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga diri pribadi maupun benda berharga miliknya.
“Dengan demikian, wajah Kotabumi Lampung Utara dapat diubah citra negatifnya dengan adanya kerja sama antara masyarakat dengan pihak kepolisian dalam hal mengungkap semua pelaku kejahatan yang kerap beraksi di Lampung Utara, menjaga situasi lingkungan yang kondusif secara bersama-sama,” imbuhnya.
Hal ini juga, tegas Kapolres, merupakan peringatan keras kepada para pelaku kejahatan agar mengurungkan niatnya serta tidak mengulangi lagi perbuatannya di wilayah manapun, khususnya di Kabupaten Lampung Utara.
“Kepada masyarakat, jangan pernah ragu dan takut untuk melaporkan semua kejadian tindak kriminalitas yang diketahui. Karena dengan adanya laporan dan pengaduan dari masyarakat akan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Kerahasiaan pelapor akan dijaga oleh anggota,” pungkas Budiman Sulaksono. (ardi)