
Lampung Utara (SL)-Sosialisasikan program kuliah sambil magang di Malaysia bagi lima puluh siswa maupun siswi lulusan baru, Gerakan Desa Emas (GDE) Lampung rangkul Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Swadesa Artha Mandiri, Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara (Lampura), di aula desa setempat, Minggu. (27/1).
Program kuliah sambil magang di Malaysia tersebut sebagai salah satu bentuk peningkatan sumberdaya manusia (SDM) di Kecamatan Kotabumi Utara, oleh GDE Lampung yang merangkul Yayasan Tazaka Jakarta yang bekerja sama dengan Bumdes Swadesa Artha Mandiri, Wonomarto yang saat ini menjadi binaan yayasan Desa Emas.
“Untuk gelombang pertama kita akan memberangkatkan siswa maupun siswi lulusan baru guna kuliah sambil magang program D1 di Malaysia, kita memilih Desa Wonomarto sebagai langkah awal karena desa ini adalah binaan Yayasan Desa Emas” kata Nanang Hanafi Rojali, ketua GDE Lampung usai gelar sosialisasi tersebut (27/1).
Dia mengatakan, program ini bukan hanya untuk Desa Wonomarto semata, akan tetapi berlaku juga untuk seluruh siswa tamatan baru di Kecamatan Kotabumi Utara. Dan tidak menutup kemungkinan akan terus berlanjut untuk wilayah Lampura.
“Kedepannya akan kita usahakan untuk lebih luas lagi, karena ini sangat bermanfaat sebagai salah satu wujud peningkatan SDM, karena bukan hanya sekedar berkuliah, tapi siswa-siswi tersebut nantinya akan sambil magang di Malaysia ” terang Nanang.
Ditempat yang sama, Kepala desa Wonomarto, Waskito Yusika mengatakan, sangat menyambut baik program tersebut, dia menyatakan akan mencari penjamin untuk keberangkatan calon para mahasiswa tersebut dengan sistem potong gaji.
“Bumdes Swadesa Artha Mandiri dalam hal ini akan mengupayakan penjamin bagi para calon mahasiswa tersebut, dengan pemotongan honor mereka setelah magang di Malaysia, tentu sebagian dana ditanggung oleh pihak keluarga. Ini untuk menjaga komitmen para calon mahasiswa tersebut ” jelas Waskito.
Karena menurut dia, program ini sangat menguntungkan dan bermanfaat bagi, para siswa lulusan baru, diketahui untuk berkuliah membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan bagi masyarakat desa sangatlah besar karena mayoritas penduduk desa berprofesi sebagai petani.
” Ya sangat menguntungkan, karena selain kuliah dengan biaya subsidi, mereka juga langsung di Malaysia. Dimana jika mereka berprestasi akan berkelanjutan, ini akan meningkatkan perekonomian mereka dan bagi keluarganya, dan jika mereka pulang pun, mereka sudah memiliki basis ilmu untuk dikembangkan disini” pungkas Waskito.
Dalam sosialisasi tersebut hadir beberapa Kepala Desa Kecamatan Kotabumi Utara, dimana materi diisi langsung oleh Mumahmmad Chozin dari yayasan Tazaka Fondarion sebagai penyelenggara program tersebut, Iwan Fuad dari Yayasan Desa Emas Jakarta, dan Anggota GDE Lampung. (ardi)