
Jakarta (SL) – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di tahun 2018 berhasil mencapai target lebih dari 100 persen dana kelolaan yakni dari rencana Rp. 111,8 triliun, terealisasi menjadi Rp. 113 triliun.
Pencapaian tersebut juga diikuti dengan bertambahnya jumlah calon jamaah haji baru sebanyak 664 ribu orang atau meningkat 120 persen. Selain itu BPKH juga melakukan penghematan biaya tidak langsung (indirect cost) sebesar Rp 224 Miliar. Sementara dana haji yang dikelola BPKH menyumbang 32 persen dari total dana pihak ketiga Bank Umum Syariah. .
BPKH mencanangkan tahun 2019 sebagai tahun investasi dilakukan peningkatan pelayanan haji di Indonesia dengan transparan, akuntabel dan sesuai prinsip-prinsip Syariah. Hal itu dikatakan Anggito Abimanyu Kepala Badan Pelaksana BPKH, di kantor Menteri Agama Jakarta Pusat, Kamis (24 /1/2019).
Anggito juga menyatakan ada beberapa target yang ingin dicapai tahun 2019 antara lain:
1. Target dana kelolaan 2019 adalah Rp 121 Trilliun dengan komposisi 50 persen di BPS-BPKH dan 50 persen di Investasi. BPKH memastikan pelaksanaan PYD (7 triliun) berjalan di 2019.Tahun 2020 komposisi penempatan dana di BPS-BPIH adalah 30 persen.
2. BPKH akan melaksanakan investasi du beberapa obyek investasi langsung du Indonesia (penerbangan) dan Arab Saudi (Hotel dan Dapur/Katering).
3. Alokasi indirect cost (biaya operasional) Haji 2019 diperkirakan antara Rp 6,5-6,8 triliun, Sekitar 500 juta USD akan dialokasikan dalam bentuk Valas. BPKH sedang melaksanakan pengadaan Valas USD secara lelang dan akan menempatkan di BPS-BPIH juga akan melakukan lelang atas Living Cost kepada BPS-BPIH.
4. Target calon jamaah haji baru adalah 700 ribu, tercatat masih terdapat sekitar 13 juta calon haji yang belum mendaftarkan.
5. BPKH akan melakukan ISO untuk proses pembatalan dan pengembalian setoran awal haji reguler dan haji khusus.
6. Kegiatan Kemaslahatan 2019 difokuskan kepada dukungan bagi pelayanan ibadah haji, bantuan bencana dan Ormas Islam melalui BUS/UUS. (kabartoday)