
Lampung Utara (SL)- Catur Guntur Alfatir, bocah berusia tujuh tahun, warga Dusun Kota Kembang, Desa Kotabumi Ilir, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Waykanan, selama dua tahun berjuang menahan rasa sakit atas serangan tumor ganas yang bertengger di lehernya.

Siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di dusun setempat, terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi, sejak Selasa kemarin, (22/1), lantaran penyakit yang dideritanya. Endang, (46), ibunda Catur bocah penderita tumor ganas itu, mengatakan, berdasarkan hasil diagnosa dari pihak RS Pagar Alam Kabupaten Waykanan, meminta agar pasien segera dirujuk ke RSUD Ryacudu Kotabumi.
“Pihak RS Pagar Alam Waykanan, meminta kami untuk segera membawa anak saya ke RSUD Ryacudu agar mendapatkan penangan lebih lanjut,” ujar Endang yang didampingi Dwi Budi Santoso, (23), putri keduanya, saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Rabu, (23/1).
Lebih lanjut Endang menjelaskan, awalnya ia menemukan dua benjolan kecil yang terdapat di leher kanan anak kesayangannya itu. Namun saat diperhatikan secara seksama, benjolan tersebut semakin hari semakin membesar. Hingga akhirnya, dua benjolan yang tersebut menyatu dengan sendirinya. Hal itu telah berlangsung sekitar dua tahun lamanya.
“Awalnya ada dua benjolan di leher kanan Catur. Tapi lama-kelamaan, benjolan itu semakin besar dan menyatu. Sudah 2 tahun benjolan itu ada di lehernya, tapi sampai sekarang, saya belum tau apa sebenarnya penyakit benjolan itu,” ujar Endang.
Endang mengatakan, Catur sering mengalami panas yang cukup tinggi hingga mengeluarkan keringat dingin, batuk batuk, sakit pada pinggang dan lehernya. Tidak hanya itu, kondisi tubuh anaknya juga semakin hari semakin kurus.
“Saya berharap kepada para dermawan dan Pemerintah Kabupaten Waykanan, agar kiranya dapat membantu biaya pengobatan anak saya. Sebab, saya merasa tidak mampu untuk membiayai seluruh biaya pengobatannya,” harap Endang seraya menitikan air mata.
Terpisah, Dokter Spesialis Anak, dr. Ismi Citra Ismail, didampingi Kabid Keperawatan Ulia Febrianti dan Entina selaku Humas RSD Mayjend HM Ryacudu, saat dikonfirmasi sejumlah awak media, di ruang dokter RSUD setempat, mengungkapkan, setibanya di rumah sakit setempat, diketahui pasien mengalami penyakit anemia (Kekurangan Darah.red). Pihaknya lalu dengan segera melakukan transfusi darah dan memberikan vitamin terhadap pasien.
“Alhasil, kondisi pasien saat ini sudah cukup stabil. Perkembangan tersebut dapat dilihat pada saat pasien sudah mulai mau makan dan minum,” ujar Citra Ismail.
Mengenai benjolan besar berdiameter lingkaran sepanjang 10 cm yang terdapat di leher kanan pasien tersebut, hasil diagnosa sementara adalah Masa Voli (Tumor Leher, Red).
“Namun, untuk keganasan penyakit tumor tersebut, belum bisa diketahui secara pasti, apakah tumor yang terdapat di leher pasien tergolong tumor ganas atau tidak. Untuk mengetahuinya perlu dilakukan Proses Penegakan Diagnosis. Proses ini tidak bisa dilakukan di sini (RSUD Ryacudu Kotabumi.red),” jelasnya
Dikatakan Citra, setelah kondisi pasien sedikit membaik, pihaknya menganjurkan untuk keluarga pasien agar segera merujuk pasien ke RS yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
Dikatakannya lagi, jumlah Hemoglobin pasien, saat ini, turun hingga mencapai 5 Gram/Deciliter (5 G/DL).
“Oleh sebab itu, kami segera melakukan penanganan awal medis seperti, memberikan transfusi darah, pemberian vitamin, dan obat-obatan, agar kondisi pasien tersebut tetap stabil,” kata Citra.
Saat ini proses transfusi darah sedang berjalan, untuk kemudian akan dilihat lagi respon selanjutnya. “Dan yang paling terpenting, pasien tersebut harus segera dilakukan proses Penegakan Diagnosis, tentunya proses Penegakan Diagnosis tersebut menunggu keadaan pasien sedikit lebih stabil. Dikarenakan keterbatasan fasilitas, kami menganjurkan agar keluarga pasien tersebut segera dirujuk ke RS yang memiliki fasilitas yang lebih lengkap,” jelasnya. (ardi)