
Lampung Utara (SL)-Pasca bencana alam Tsunami yang menimpa wilayah Pesisir Kabupaten Lampung Selatan mendapat sokongan moralitas dari para musisi yang tergabung dalam asosiasi Indonesia Music Forum (IMF) Chapter Kotabumi Lampung Utara.K egiatan yang bertajuk IMF Peduli Tsunami Selat Sunda ini dilaksanakan pada Kamis, (27/12), terpusat di Taman Gading Bundaran Tugu Payan Mas Kotabumi, pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 21.00 WIB.

“Mengetahui saudara-saudara kita di Pesisir Lampung Selatan yang mengalami musibah, kami juga merasakan kesedihan dan duka yang dirasakan mereka. Untuk itulah, kami berusaha semampu yang dapat kami lakukan untuk sedikit meringankan beban mereka. Apa yang bisa kami sumbangkan, maka akan kami berikan,” ujar Ketua IMF Chapter Kotabumi Lampura, Syatria Agung, kepada wartawan, Jum’at, (28/12).
Dijelaskannya, kegiatan yang dikemas dengan bentuk pagelaran musik ini menampilkan tujuh grup band yang membawakan lagu secara bebas dan tampil secara bergiliran. Disela pagelaran, para relawan kemanusiaan IMF Chapter Kotabumi Lampura berkeliling menyambangi para pengunjung dan pedagang kaki lima yang ada di seputaran lokasi kegiatan untuk menyambut donasi.
“Ini murni kegiatan sosial. Empati atas penderitaan korban keganasan Tsunami Selat Sunda, kami tebar dalam subtajuk Kepedulian Kita, Meringankan Kesedihan Mereka,” tutur Syatria Agung.
Dikatakannya, usai berlangsungnya pagelaran musik tersebut, relawan kemanusiaan musisi IMF Chapter Kotabumi Lampura mengumpulkan donasi sejumlah Rp.3,5 juta serta baju-baju baru yang akan disalurkan. “Dari dana yang terkumpul, kami akan membelikan kebutuhan mendesak para korban Tsunami yang saat ini sebagian telah berada di kamp pengungsian,” ujar Syatria Agung.
Berdasarkan informasi yang didapat, kata Syatria Agung, para korban bencana Tsunami Selat Sunda sangat membutuhkan popok bayi, celana pendek, dan t-shirt. “Dari keterangan yang diperoleh, untuk kecukupan bahan pokok makanan, saat ini stoknya sudah mencukupi. Namun, mereka tidak memiliki uang untuk membeli popok bayi, baju, ataupun celana. Untuk itu, kami akan menyalurkan donasi yang didapat saat ini dalam bentuk kebutuhan akan pakaian,” pungkasnya. (ardi)