
Lampung Utara (SL) – Relawan Nasional #2019GantiPresiden melaksanakan Tabligh Akbar dan Silaturahmi Lintas Ormas sekaligus Pengukuhan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Provinsi Lampung Relawan Ganti Presiden (RGP) 2019, dilaksanakan di halaman gedung Kopti, Kelurahan Sribasuki, Kabupaten Lampung Utara, pada Minggu, (25/11).
Dalam kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah majelis ta’lim se-Kabupaten Lampung Utara ini dengan didominasi kaum perempuan, mendapatkan tausyiah langsung dari Hj. Neno Warisman, selaku Ketua DPP RGP 2019, serta dihibur dengan pelantun sekaligus pencipta lagu #Ganti Presiden 2019, Sang Alang.
Dalam kesempatan itu, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Lampung dari Partai Gerindra, Pattimura, yang maju melalui Daerah Pemilihan V ini, menyampaikan, pandangannya tentang kondisi faktual yang terjadi di Indonesia saat ini. “Paradoksal Indonesia merupakan suatu kejanggalan tentang kondisi yang terjadi di Imdonesia saat ini. Negara Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah serta didukung pula dengan sumber daya manusia yang kompetitif,” tutur Pattimura, Caleg DPRD Prov. Lampung bernomor urut 1 dari Partai Gerindra ini.
Dikatakannya, ketimpangan sosial masyarakat, saat ini, semakin menjadi. “Hal inilah yang dimaksud oleh Calon Presiden RI Prabowo Subianto dengan sebutan Paradoks Indonesia,” tegas Pattimura.
Di tempat yang sama, Iwan Stiawan Aliasan Puccak, selaku Tokoh Masyarakat Kabupaten Lampung Utara, mengatakan, dirinya menilai kondisi keterpurukan diberbagai sektor yang terjadi di Indonesia sepantasnya harus diperjuangkan dengan kesungguhan serta kebulatan tekad. “Yang menarik diri saya untuk ikut andil memperjuangkan gerakan #RGP2019 semata-mata wujud kepedulian untuk merubah serta menata carut-marutnya kondisi sosial ekonomi masyarakat yang sudah terjerembab semakin dalam. Kita tidak boleh diam dan berpangku tangan melihat beragam ketimpangan yang terjadi. Ini tidak semata sebagai suatu konsumsi politik, tapi lebih dari itu. Ini merupakan perjuangan kebangkitan Bangsa Indonesia,” papar Iwan Aliasan, yang juga tercatat sebagai Ketua Masyarakat Penyimbang Adat (MPAL) Kabupaten Lampung Utara.
Sementara itu, dalam Tausyiah yang disampaikan Hj. Neno Warisman, dirinya lebih banyak memberikan penilaian dan wacana perenungan dari berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat Indonesia secara menyeluruh. “Masih banyak rakyat Indonesia yang hidup dalam kondisi kemiskinan bahkan kelaparan. Tidak bisa dipungkiri, biaya hidup di negeri ini begitu tinggi, sementara lahan pekerjaan semakin sulit didapat. Perekonomian negara ini semakin jauh tertinggal dengan menanggung hutang yang terus meningkat. Untuk itu sudah saatnya, negeri ini untuk Ganti Presiden 2019 demi kebangkitan dan kejayaan Indonesia,” terang Hj. Neno Warisman. (ardi)