
Lampung Utara – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium di sejumlah wilayah menjadi sebuah pertanyaan besar. Hasil penelusuran awak media ini, pada Selasa, (23/10), pasokan Premium justru banyak ditemukan di kios-kios pengecer.
Tentu saja kondisi ini berbading terbalik dengan ketersediaan pasokan setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), khususnya yang ada di Kabupaten Lampung Utara. Hampir di seluruh SPBU yang ada di wilayah Kab. Lampura, tidak lagi dapat ditemukan BBM jenis Premium.

Saat dilakukan penelusuran, awak media ini menemukan fakta di SPBU 23.345.14 yang terletak di Dusun Ujan Mas Desa Tanjung Baru, Kec. Bukit Kemuning, sedang melayani pengecoran beberapa BBM yang diduga kuat jenis Premium.
Dikatakan, Halim, salah seorang pengendara kendaraan roda dua jenis Yamaha Vixion, yang saat itu sedang dalam antrean mengisi BBM, sekira pukul 09.00 WIB, Selasa, (23/10). Dirinya menyampaikan kekecewaan atas pelayanan petugas SPBU 23.345.14 yang lebih mengutamakan pengecor BBM.
“Bayangkan saja, Pak, ini masih pagi sudah tiga mobil berderet mengecor BBM dengan puluhan derigen kapasitas 20 liter. Saya kira, pengecor itu pasti sedang membeli BBM Premium. Bagaimana Premium tidak langka kalau kenyataan di lapangan seperti ini. Semestinya pemerintah ambil tindakan agar BBM bersubsidi tidak diperjualbelikan sembarangan,” ujar Halim, yang saat diwawancarai mengaku telah antre hampir selama satu jam.

Mendapati hal tersebut, awak media ini berusaha menggali informasi lebih mendalam pada petugas SPBU 23.345.14. Dirinya mengatakan jika pengecor BBM Premium memberikan uang lebih saat. “Pengecor kasih kami uang cor, Pak. Dan ini sudah langganan kami,” tutur petugas SPBU 23.345.14 yang enggan disebutkan identitasnya.
Meski begitu dirinya menolak adanya banyak spekulasi yang mengatakan jika Pengusaha SPBU dengan sengaja menjual Premium hanya kepada pengecor. “Wah, klo urusan langka permium itu, saya mah ga ngerti, Pak. Ini pengecor ada kok premiumnya. Klo yang lain ga kebagian, yah, bukan salah saya,” ujarnya dengan nada sedikit ketus. (def/ardi)