
Manokwari (SL)-Diduga terbakar cemburu, dan kesal kerap dihina, DP (58), Purnawirawan, warga Fanindi, Papua, menghabisi nyawa kekasihnya sendiri RB (34), Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintahan Pemprov Papua Barat. Hubungan mereka sudah berjalan lima tahun.
Pelaku menghabisi nyawa korban, yang tinggal di Lembah Hijau, Wosi Dalam, Manokwari, Papu Barat. Kondisi korban luka sayatan di bagian leher sepanajng 9 cm, dengan kedalama 4 cm. Korban ditemukan tergeletak dibelakang pintu kamar kontrakan. Pelaku kemudian ditangkap polisi saat mencoba melarikan diri keluar kabupaten.
Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi S.IK dalam keterangan releasenya menerangkan, kejadian tersebut diketahui terjadi Kamis (18/10/2018) sekitar pukul 07.45 Wit, bertempat di Jalan Lembah Hijau, Gang Sumsir, dikontrakan milik H. Hasbi.
Kepolisian Manokwari menerima laporan warga, dan langsung bergerak sekitar Pukul 09.30 Wit melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP tersebut, korban berinsial RB (34) yang diketahui merupakan PNS di lingkup Pemprov Papua Barat sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan banyak darah yang keluar dari tubuh korban.
“Anggota indentifikasi Polres tiba, pada pukul 09.45 Wit olah TKP selesai dan korban dibawa menuju RSUD Manokwari untuk dilakukan Visum. Korban ditemukan posisi berada di balik pintu didalam rumah kontrakan dengan kondisi keadaan tergeletak dan berlumuran darah,” kata Kapolres Erwindi.
Menurut Adam Erwindi, kerja cepat anggota kepolisian membuahkan hasil, dari hasil penyelidikan, pelaku yang telah di kantongi identitas, dan berdasarkan keterangan saksi, langsung dilakukan pengejaran Sat Reskrim dan Tim Polsek Kota.
“Uai melakukan aksi pembunuhan itu, pelaku langsung merencanakan pelarian kearah Kabupaten Teluk Bintuni. Pelaku ditangkap di warung makan Mansel, Kampung Abresso. Petugas mencocokan foto yang diterima dari anggota Polres Manokwari. Pelaku sedang singgah beristrahat dengan mobil jenis Hilux yang ditumpanginya,” katanya.
Berdasarkan keterangan hasil interogasi sementara, pelaku mengakui perbuatannya. Dia melakukan hal sadir itu karena merasa sakit hati alias cemburu dengan korban, wanita yang telah menjalin ikatan asmara dengannya selama 5 tahun itu kini telah memiliki pria idaman lain, atau pacar lain.
Selain itu, lanjut Kapolres Erwindi, menurut pelaku, bahwa korban kerap menghina Pelaku, dengan ucapan yang mengejek. Karena selama menjalin asmara 5 tahun lamanya, DP tidak dapat menyanggupi permintaan RB untuk segera dinikahi.
”Berdasarkan keterangan pelaku bahwa dirinya juga merasa sakit hati terhadap korban dikarenakan korban telah menghina pelaku dengan kata-kata yaitu, Sudah tua, botak, jelek, miskin, pensinunan dan gaji kecil. Inilah pemicu amarah pelaku nekat habisi nyawa korban,” tukas Kapolres.
Terpisah, pihak keluarga korban yang tewas di Lembah Hijau, Wosi Dalam, Manokwari, meminta agar pelaku segera diproses dan dihukum seberat-beratnya. Karena melihat luka sayatan pisau di leher depan korban sangat tragis dan tidak manusiawi. Sesuai hasil visum yang diperoleh, korban diduga meninggal dunia karena kehabisan darah dengan luka sayatan sepanjang 9 cm, dan dalam 4 cm.
Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Manokwari, Kornelius Mangalik, pada ibadah penghiburan, Kamis (18/10) malam pukul 21.00 wit, — yang mengutip hasil komunikasi pihaknya dengan aparat kepolisian yang melakukan olah TKP berikut hasil visum– menjelaskan bahwa korban positif dibunuh.
“Kami mengutuk dengan keras pelakunya. Ini pembunuhan yang kejam dan tidak manusiawi. Kami kedepankan hukum positif atau aturan di negeri ini diterapkan keras kepada pelaku,” kata Kornelius yang juga berbicara mewakili keluarga korban.
Sementara rencana pemakaman korban RB (34 tahun) masih menunggu pihak keluarga yang berdatangan dari luar daerah Manokwari, salah satunya dari Toraja, Sulawesi selatan.(rls/net)