
Lampung Utara (SL)-Aditya Ainurahman (3), warga gang Buntu Desa Negara Tulangbawang, Kecamatan Bungamayang, Kabupaten Lampung Utara, penderita hydrocephalus sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan. Adit yang terlahir pada 5 Juni 2015 ini, sedang menjalani rawat inap di RSUD Ryacudu Kotabumi.
“Aditya sudah tiga hari ini dirawat di sini. Sejak dilahirkan, saya yang mengasuhnya,” tutur Mak Iteng, bibi kandung Aditya, kepada sinarlampung.com, Sabtu, (15/9).
Tubuh mungil Aditya Ainurahman terbaring di ruang perawatan, dia dinfus dan di kepalanya terpasang slang penyedot cairan otak. Dikatakan Mak Iteng, Ibunda Aditya Ainurahman tutup usia usai menjalani persalinan. “Ibunya Aditya meninggal dunia sesaat setelah melahirkannya,” ujar janda penjual tempe di Pasar Minggu, Desa Negarabatin, kepada awak media ini.

Diceritakan Mak Iteng, saat melihat kondisi bayinya yang menderita hydrocephalus, ayahnya justru pergi meninggalkan bayi mungil itu. “Saya tidak tahu persis kenapa ayahnya pergi dan sampai saat ini tidak ada yang tahu dia ada dimana,” tutur Mak Iteng seraya menyampaikan semestinya Aditya Ainurahman pada Agustus 2018 lalu selang yang menyedot cairan di kepalanya mendapatkan penggantian.
“Rencananya Aditya akan dirujuk ke RSUD Abdoel Moeloek untuk ketemu dokter syaraf. Tapi, menurut dokter yang merawat Adit, ada indikasi paru-parunya terinfeksi. Makanya Adit rawat inap dulu di Rumah Sakit Ryacudu Kotabumi,” jelas Mak Iteng dengan sedikit menahan isak sedih.
Mak Iteng secara polos mengatakan sangat mengharapkan pertolongan dari para dermawan guna meringankan beban biaya pengobatan. “Saya sangat membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan Adit. Apalagi saat ini saya sedang tidak berjualan tempe karena tidak ada yang menjaganya. Saya sangat menyayangi Adit, mas,” kata Mak Iteng yang akhirnya tak kuasa membendung air mata. (Ardiansyah)