
Lampung Utara – Belum genap satu tahun, sumur bor desa sudah rusak dan tidak betfungsi. Semestinya Pembangunan infrastruktur desa yang menggunakan anggaran Dana Desa dilakukan dengan lebih ketat dengan mengedepankan fungsi kontrol secara profesional dan proporsional.
Bagaimana tidak, salah satu temuan awak media ini di Desa Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lamlung Utara, sumur bor yang dibuat melalui serapan DD tahun anggaran 2017, belum genap setahun, saat ini sudah tidak dapat berfungsi.
“Sumur bor ini sudah dua hari ini ga berfungsi lagi. Biasanya masih bisa aliri air ke rumah-rumah warga. Tapi, pas kemarau ini sudah ga bisa lagi,” tutur Yukmawati, (55), warga setempat, saat ditemui sedang mengupas buah pala bersama beberapa ibu-ibu lainnya, Minggu, (26/08/2018).
Mesku demikian dirinya tidak mengetahui dengan pasti penyebab sudah tidak dapat berfungsinya sumur bor dimaksud.
“Klo kenapa ga bisa mengaliri air lagi, saya tidak tahu karena apa, Pak. Mungkin ada alatnya yang rusak. Tapi, saya tidak tahu, Pak,” aku Yukma.

Saat meninjau lokasi sumur bor yang terletak di Dusun IV (Sidorejo), Desa Sukamarga, Kec. Abung Tinggi, Minggu, (26/08/2018), kondisi bangunan dalam bentuk bak beton itu dalam keadaan sedang diperbaiki. Pipa paralon (pvc) tergeletak di sisi bak penampung air. Begitu juga dengan mesin pompa air.
Namun, saat awak media menghitung jumlah pipa paralon (pvc) berukuran 1 inch, yang tergeletak di sisi bangunan sumur bor, jumlah pipa dimaksud hanya berjumlah 11 pipa.
“Mungkin sumur ini kurang dalam ya, Mas? Ini cuma ada 11 pipa loh. Jika dihitung kedalaman sumur ini dengan mengalikan pipa ini yang berukuran panjang 4 meter masing-masing pipa, berarti hanya berkisar 44 meter saja, Mas. Setahu saya kan sumur bor dari Dana Desa itu kedalamannya harus 60 meter,” terang warga setempat yang enggan namanya disebutkan, saat ditemui awak media ini Senin, (27/08/2018).
Dikatakan narasumber media ini, wajar saja jika memasuki musim kemarau tahun 2018 ini, sumur bor dimaksud sudah tidak dapat difungsikan kembali.
Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, Kepala Desa Sukamarga, Isak, tidak dapat ditemui. Meski awak media ini berkali-kali mengunjungi kediaman Kades Isak dan kantor Desa Sukamarga, dirinya selalu tidak berada di tempat. Dihubungi via ponsel pun, nomor Kades Isak dalam kondisi tidak aktif. (ardi)