
Lombok Timur (SL)-Masyarakat Lombok Timur meminta kepada pihak pemerintah pusat, daerah, dan taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) untuk segera menutup secara total pendakian ke Gunung Rinjani yang dianggap sebagai tempat sakral oleh masyarakat di Lotim. Pasca terjadinya gempa yang sampai saat ini mengguncang Lombok Timur, dan Nusa Tenggara Barat secara umum. Apalagi kondisi kawasan gunung Rinjani yang merupakan salah satu geofax dunia mengalami longsor akibat gempa tersebut.
“Apapun alasannya, pendakian ke gunung rinjani harus ditutup total jangan ada pendakian untuk wisatawan asing maupun lokal lagi,” kata Anwar,Warga Selong kepada media ini.
Anwar melihat bahwa bencana gempa yang menimpa pulau Lombok saat ini dengan tidak terlepas dari kondisi yang ada di kawasan Gunung Rinjani yang kini rusak. Pegunungan Rinjani rusak akibat ulah tidak terpuji oknum wisatawan yang naik ke gunung Rinjani .
Sementara pada satu sisi kawasan gunung Rinjani merupakan tempat yang sakral bagi masyarakat Lombok, yang harus dijaga dari perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. “Dari penuturan nenek moyang kita dulu tidak sembarangan orang bisa naik ke Gunung Rinjani dan kalaupun mau naik harus gunakan pemangku, tidak seperti sekarang ini semua orang bisa naik,” ujarnya.
Ketua PD Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Lotim, Sayadi mengaku tidak setuju kalau kawasan rinjani ditutup total. Apalagi sudah masuk dalam salah satu geofax dunia yang tersohor sehingga banyak para wisatawan asing maupun lokal datang untuk menikmati keindahan rinjani tersebut. “Harus buatkan awik-awik atau aturan bagi mereka yang ingin naik ke Gunung Rinjani, karena merupakan tempat sakral, bukan malah memberikan kebebasan kepada siapapun untuk naik,” katanya.
Sayadi mengatakan dari hasil diskusi dengan para tokoh-tokoh adat Sembalun bahwa terjadinya bencana saat ini tentunya tidak terlepas dari keberadaan gunung Rinjani. Bahkan bencana gempa yang terus menerus terjadi saat ini tidak pernah terjadi sebelumnya.
Begitu juga pihak TNGR jangan hanya menginginkan retribusi besar masuk ke negera melalui pendakian Gunung Rinjani.Tanpa melihat kesucian dan kesakralan yang dimiliki Gunung Rinjani tersebut, sehingga inilah yang dilupakan oleh pihak TNGR. “Kawasan Rinjani harus segera di sucikan dengan mengadakan ritual penyucian menurut para tokoh-tokoh adat di Lombok ini, agar kawasan Rinjani kembali kepada posisi semula,” pintanya.
Sementara Kepala Balai TNGR NTB, Sudiyono mengaku tidak sependapat kalau kawasan gunung Rinjani ditutup secara total dari pendakian wisatawan. Melainkan hendaknya harus membuat regulasi mengenai masalah tata cara pendakian kedepannya seperti membuat aturan atau awik-awik bagi pendaki.
Namun semuanya itu harus dimusyawarahkan bersama dengan duduk bersama semua pihak. Agar keberadaan kawasan Gunung Rinjani ini terus penuh dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati keindahannya. “Contoh saja kalau ada tikus yang masuk atau menggangu ke dalam rumah, apakah semua isi rumah akan kita bakar kan tidak, begitu juga halnya kawasan Gunung Rinjani,” tandas Sudiyono. (nt/jun)