
Cibubur, sinarlampung.co – Brand fashion muslim lokal At_Muflih merayakan perjalanan satu dekade melalui acara bertajuk A Decade of At_Muflih – New Look, Same Love, Sabtu (31/10/2026). Acara tersebut berlangsung di Ballroom Artotel, Living World Kota Wisata Cibubur.
Memasuki usia ke-10 tahun, At_Muflih menandai babak baru perjalanan bisnisnya dengan memperkenalkan logo terbaru sekaligus meluncurkan koleksi sarimbit Lebaran 2027 hasil kolaborasi dengan Jihan Sahira.
Perayaan tersebut turut dihadiri sejumlah bintang tamu, figur publik, dan tokoh inspiratif, di antaranya penyanyi Reza Artamevia, penulis Asma Nadia, Bobby Rachman, Ely Sugigi, Qemil, serta sejumlah selebgram dari Iskanti Management.
Bagi founder At_Muflih, Tatia Muflih, perayaan satu dekade ini memiliki makna tersendiri. Kawasan Cibubur menjadi salah satu tempat awal dirinya merintis bisnis fashion muslim pada 2016.
Berawal dari usaha sederhana, At_Muflih kini berkembang menjadi brand fashion muslim dengan jaringan outlet di berbagai wilayah Indonesia.
Founder sekaligus Owner At_Muflih, Tatia Muflih, mengatakan perjalanan selama 10 tahun bukan tanpa tantangan. Berbagai situasi telah dilalui, mulai dari pandemi COVID-19 hingga kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Namun, konsistensi menjaga kualitas produk, pelayanan, dan kepercayaan pelanggan menjadi modal utama At_Muflih untuk bertahan sekaligus mengembangkan bisnis.
“Selama 10 tahun, kami belajar banyak hal. Bagi kami, bukan hanya tentang mendapatkan pelanggan baru, tetapi bagaimana pelanggan bisa terus kembali dan melakukan repeat order. Karena itu, kualitas produk dan pelayanan harus selalu dijaga,” ujar Tatia.
Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, At_Muflih justru terus mengembangkan usahanya. Saat ini, brand tersebut telah memiliki sekitar 14 outlet yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, hingga Lombok, dengan dukungan sekitar 75 karyawan.
Bagi Tatia, keberlangsungan bisnis bukan sekadar pencapaian pribadi. Ada tanggung jawab terhadap puluhan keluarga yang menggantungkan penghasilan dari perusahaan tersebut.
“Motivasi kami bukan hanya untuk diri sendiri. Ada sekitar 75 karyawan yang menggantungkan penghasilan dari perusahaan ini. Justru di masa sulit seperti sekarang, pengusaha diuji bagaimana bisa bertahan dan mempertahankan usaha,” ungkapnya.
Selain menjadi ajang perayaan satu dekade, acara tersebut juga dimeriahkan dengan dua sesi fashion show yang menampilkan karakter modest fashion khas At_Muflih.
Fashion show pertama menghadirkan koleksi abaya dengan sentuhan elegan dan feminin. Sementara sesi kedua menjadi momen peluncuran koleksi sarimbit Lebaran 2027 bertajuk Narasada Series, hasil kolaborasi At_Muflih bersama Jihan Sahira.
Narasada Series menghadirkan busana keluarga yang terdiri dari empat potong pakaian untuk ayah, ibu, dan anak. Koleksi ini memadukan warna broken white, biru, dan kuning untuk menciptakan kesan harmonis, elegan, dan hangat dalam momen kebersamaan keluarga saat Hari Raya.
Satu paket sarimbit yang terdiri dari empat potong busana tersebut ditawarkan dengan harga spesial peluncuran Rp999.900.
Melalui tema New Look, Same Love, At_Muflih ingin menegaskan bahwa pembaruan merupakan bagian dari perjalanan untuk terus berkembang. Meski hadir dengan identitas visual baru, brand ini tetap mempertahankan nilai, kualitas, dan komitmen yang sama kepada pelanggan setianya.
Memasuki dekade kedua, Tatia berharap At_Muflih terus berinovasi, memperluas jaringan usaha, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, serta menjangkau keluarga muslim di berbagai wilayah Indonesia.
Sepuluh tahun perjalanan menjadi bukti bahwa sebuah usaha dapat tumbuh melalui konsistensi, kerja keras, doa, dan dukungan orang-orang yang percaya. (*)