
Pringsewu, sinarlampung.co – Sabtu pagi (31/10/2026), warga Pekon Sukorejo, Kecamatan Pardasuka, mendadak geger oleh aksi pembacokan di rumah Muhtadi (54). Pelakunya bukan orang lain, melainkan Sujeri (24), putra kandungnya sendiri. Ia mengayunkan sebilah golok hingga melukai pelipis kanan ayahnya.
Akibat luka tersebut, Muhtadi harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara Sujeri berhasil diamankan warga tidak lama setelah kejadian.
Peristiwa mengejutkan ini kemudian ramai beredar di media sosial. Sebuah video memperlihatkan iring-iringan warga yang membawa dan mengamankan Sujeri setelah diduga membacok ayah kandungnya sendiri.
Polisi membenarkan peristiwa tersebut. Kapolsek Pardasuka, Iptu Bastari, mengatakan korban merupakan seorang ayah berinisial Muhtadi (54), sedangkan terduga pelaku adalah anak kandungnya sendiri, Sujeri (24).
“Benar, telah terjadi peristiwa penganiayaan terhadap seorang warga di Pekon Sukorejo, Kecamatan Pardasuka. Korban merupakan seorang ayah berinisial Muhtadi (54), sedangkan terduga pelaku adalah anak kandungnya sendiri berinisial Sujeri (24),” ujar Bastari saat dikonfirmasi awak media, Minggu (1/11/2026).
Bastari kemudian menjelaskan kronologi kejadian. Sekitar pukul 06.00 WIB, Muhtadi sedang mengasah pisau di dapur rumahnya. Namun, aktivitas tersebut mendadak terhenti ketika ia merasakan ada benda yang menempel di bagian lehernya.
Saat menoleh ke belakang, Muhtadi mendapati Sujeri sudah berdiri sambil memegang sebilah golok. Belum sempat mengetahui apa yang terjadi, anaknya itu tiba-tiba mengayunkan golok ke arah wajahnya.
“Saat sedang menengok ke belakang tersebut, secara tiba-tiba terduga pelaku mengayunkan golok ke arah wajah korban hingga mengenai pelipis kanan,” ujar Bastari.
Melihat suaminya diserang, istri Muhtadi langsung berusaha menghalangi aksi Sujeri. Ia juga berteriak meminta pertolongan hingga mengundang perhatian warga sekitar.
Teriakan tersebut membuat warga berdatangan ke rumah korban. Mereka kemudian berupaya mengendalikan situasi dan berhasil mengamankan Sujeri sebelum petugas kepolisian tiba.
“Warga yang mendengar teriakan tersebut kemudian berdatangan dan berhasil mengamankan terduga pelaku,” ungkap Bastari.
Mendapat informasi kejadian itu, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Sementara Muhtadi segera dibawa ke RS Mitra Husada Pringsewu guna mendapatkan perawatan medis.
Bastari mengatakan korban mengalami luka bacok pada pelipis kanan. Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisinya dinyatakan cukup baik sehingga diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
“Korban mengalami luka bacok pada bagian pelipis kanan. Setelah mendapatkan penanganan medis, korban diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan,” katanya.
Sementara itu, Sujeri tidak dibawa ke kantor polisi, melainkan dievakuasi ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Bandar Lampung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan sebilah golok yang diduga digunakan dalam pembacokan tersebut sebagai barang bukti.
Terkait kondisi Sujeri, Bastari mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi awal yang diperoleh, terduga pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan sejak Agustus 2026.
“Menurut informasi yang kami dapatkan, sejak beberapa bulan terakhir yang bersangkutan memang menunjukkan perubahan perilaku. Dia lebih sering murung, menyendiri di dalam kamar, dan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar,” paparnya.
Meski demikian, Bastari menyebut Sujeri selama ini dikenal tidak pernah meresahkan lingkungan. Hanya saja, pada pertengahan Oktober 2026, Sujeri sempat terlibat dalam dugaan percobaan pencurian sepeda motor.
Persoalan tersebut kemudian diselesaikan melalui musyawarah di tingkat pekon atau rembuk pekon.
“Pada saat itu persoalannya diselesaikan secara kekeluargaan melalui rembuk pekon,” jelasnya.
Bastari menambahkan, sebelum pembacokan terjadi, petugas Bhabinkamtibmas sebenarnya telah menyarankan pihak keluarga agar membawa Sujeri untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
“Kami sebelumnya sudah pernah menyarankan kepada pihak keluarga agar yang bersangkutan dibawa untuk mendapatkan pengobatan. Namun, sebelum hal tersebut terlaksana, peristiwa ini sudah lebih dahulu terjadi,” ungkapnya.
Terkait penanganan kasus, Bastari mengatakan pihak keluarga tidak membuat laporan resmi ke kepolisian. Kendati demikian, polisi tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan keluarga untuk memastikan situasi di lingkungan tersebut tetap aman.
“Walaupun pihak keluarga tidak melaporkan kejadian ini secara resmi, kami tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak keluarga. Kami ingin memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai peristiwa tersebut, terutama informasi terkait kondisi kejiwaan Sujeri.
Pemeriksaan medis lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kondisi yang bersangkutan. Polisi pun mengingatkan pentingnya perhatian keluarga terhadap perubahan perilaku anggota keluarga yang membutuhkan penanganan profesional. (*)