
Tanggamus, sinarlampung.co – Wilayah Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, diguncang gempa bumi tektonik secara beruntun pada Rabu (28/10/2026) sore mulai pukul 15.22 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa rentetan gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di darat.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa pertama terjadi pada pukul 15.22.47 WIB dengan magnitudo M 3,9. Episenter gempa terletak pada koordinat 5,40° LS dan 104,67° BT, atau berlokasi di darat pada jarak 9 km arah Barat Laut Tanggamus dengan kedalaman sangat dangkal, yakni 4 km.
Hanya berselang satu menit, gempa bumi kedua kembali mengguncang pada pukul 15.23.47 WIB dengan kekuatan M 4,1. Episenter gempa kedua berada pada koordinat 5,43° LS dan 104,65° BT, berlokasi di darat pada jarak 6 km Barat Laut Tanggamus pada kedalaman 5 km.
Plt. Kepala Balai Besar MKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, menjelaskan penyebab utama terjadinya rentetan gempa tersebut. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujar Ana Oktavia Setiowati dalam keterangan resminya, Rabu (28/10/2026).
Dirasakan Hingga Pringsewu dan Kotabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan
Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan gempa bumi ini paling kuat dirasakan di wilayah Kota Agung dengan Skala Intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
Selain itu, guncangan juga dirasakan di wilayah Kotabumi, Pringsewu, Ulubelu, Gisting, Sumberejo, dan Kota Agung Timur dengan Skala Intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). “Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” tegas Ana.
BMKG juga mencatat tren gempa susulan (aftershocks) yang terjadi di lokasi yang sama. Hingga pukul 16.14 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 20 kali aktivitas gempa bumi susulan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh guncangan gempa. (Red)