
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Ketua Umum Brantas Narkotika Maksiat (BNM) RI, Fauzi Malanda RdB, mendukung rencana Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memerintahkan seluruh jajaran kepolisian menjalani tes urine untuk memastikan institusi Polri bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Namun, BNM RI meminta pemeriksaan tersebut tidak hanya dilakukan oleh pengawas internal Polri. Fauzi mengusulkan agar lembaga independen turut dilibatkan untuk menjaga profesionalitas dan memastikan pemeriksaan berjalan transparan.
“Bebas narkoba, jangan hanya pintar bertindak ke masyarakat,” kata Fauzi, Selasa (27/10/2026).
Pendiri BNM RI itu mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk komitmen membersihkan institusi kepolisian dari narkoba sekaligus mendukung upaya mewujudkan Indonesia bebas narkoba.
Menurut dia, pemeriksaan urine secara menyeluruh dapat menjadi langkah penting untuk mempersempit ruang penyalahgunaan narkoba di lingkungan kepolisian.
Meski demikian, Fauzi menilai keterlibatan pihak independen diperlukan agar pemeriksaan tidak hanya bergantung pada pengawasan internal, seperti Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) serta Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda).
“Harapan kami, pemeriksaan urine dilakukan mulai dari pimpinan hingga jajaran terbawah. Jangan hanya mengandalkan pengawas internal. Sebagai lembaga penggiat, masih ada keraguan kami karena bisa saja muncul pertimbangan enak atau tidak enak dalam mengambil keputusan,” ujarnya.
Karena itu, BNM RI mengusulkan keterlibatan lembaga independen yang berani, tegas, profesional, dan tidak mengenal kompromi dalam proses pemeriksaan.
Fauzi menegaskan, dukungan BNM RI terhadap pemberantasan narkoba merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Ia menyebut lembaga yang dipimpinnya bergerak secara mandiri tanpa bantuan dana dari pemerintah.
“Kami hadir untuk ikut menyelamatkan masyarakat dari narkoba berdasarkan hati nurani dan petunjuk Allah SWT. Kami bergerak tanpa bantuan dana dari pemerintah sepeser pun. Justru itu yang membuat saya dan anggota bangga,” katanya.
Ia berharap langkah pembersihan internal Polri dari penyalahgunaan narkoba dapat menjadi contoh bagi institusi lain sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.
“Tagline Polri adalah Polri bersama masyarakat. Semoga Polri menjadi lembaga terdepan di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutup Fauzi. (Red)