
Bandarlampung, sinarlampung.co – Seorang dukun tua berinisial MDR (64) di Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, menjadi sasaran amuk massa hingga babak belur setelah diduga mencabuli asistennya sendiri yang masih duduk di bangku sekolah tingkat lanjutan atas (SLTA). Ironisnya, di tengah proses penanganan hukum dan perawatan medis akibat amukan warga, tersangka justru kabur dari rumah sakit.
Orang tua korban, berinisial Mar, mendesak jajaran kepolisian untuk segera memburu dan menangkap kembali pelaku agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja hijau. “Pelaku harus segera ditangkap dan diseret ke meja hijau,” ujar Mar kepada awak media, Senin (26/10/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus ini bermula ketika tersangka MDR membuka praktik perdukunan di kediamannya, yang lokasinya berdampingan dengan rumah korban. Diketahui, tersangka biasa membuka praktiknya pada malam hari dan tutup saat siang hari. Korban yang masih berusia 17 tahun diketahui bekerja membantu sebagai asisten praktiknya.
Kecurigaan orang tua korban bermula dari gelagat tidak wajar antara sang dukun dan putrinya. Setelah didesak oleh pihak keluarga, korban akhirnya mengaku bahwa dirinya telah disetubuhi atau dicabuli oleh MDR hingga sebanyak delapan kali.
Mendengar pengakuan tersebut, keluarga korban yang geram langsung membuat laporan resmi ke Mapolres Lampung Tengah. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/612/X/SPKT/Polres Lamteng/Polda Lampung, tertanggal 3 Oktober 2026, yang ditandatangani oleh Kasatreskrim AKP Muhammad Prenata Alghazali.
Dihajar Massa Lalu Kabur dari Rumah Sakit
Di tengah proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, amuk massa pecah pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Puluhan warga yang mendengar kabar dugaan pencabulan tersebut mendatangi kediaman pelaku, mengamuk, dan menghajar MDR hingga babak belur.
Aparat kepolisian yang mendapat laporan segera bergerak cepat mengamankan lokasi dan mengevakuasi tersangka ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Demang Sepulau Raya di Gunungsugih untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka yang dideritanya.
Namun, alih-alih menjalani proses hukum hingga pulih, tersangka MDR justru berhasil kabur dari rumah sakit tempatnya dirawat. Hingga kini, keberadaan dukun cabul tersebut masih misterius dan dalam pengejaran pihak kepolisian.
Keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat segera meringkus kembali tersangka demi memberikan keadilan bagi korban serta meredam keresahan di tengah masyarakat. (Red)