
Jakarta, sinarlampung.co — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 ini dipercaya memimpin jajaran TNI Angkatan Darat menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang mendapat penugasan baru sebagai Wakil Panglima TNI. Pengangkatan Tandyo sebagai KSAD tertuang dalam Keppres Nomor 105 dan 106 TNI Tahun 2026.
Prosesi pelantikan diawali dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Demi Tuhan Yang Maha Esa saya menyatakan dan berjanji dengan sungguh-sungguh bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia… serta akan menjalankan tugas jabatan dengan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dan dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Jenderal Tandyo saat mengucapkan janji sumpah di Istana Negara.
Fokus Prioritas: Program Strategis Pemerintah, Karhutla, dan Papua
Usai pengucapan sumpah dan penandatanganan berita acara pelantikan, Jenderal Tandyo memaparkan sejumlah agenda prioritas utama yang akan segera diakselerasi oleh TNI AD. Salah satunya adalah percepatan pelaksanaan program strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Banyak program-program strategis dari Presiden Prabowo dan Wapres Gibran yang melibatkan Angkatan Darat. Tentu ini menjadi tugas TNI AD untuk mempercepat operasi, baik itu KDKMP, sekolah rakyat, hingga ketahanan pangan yang diinstruksikan Presiden,” tegas Tandyo.
Selain ketahanan pangan dan pendidikan, Tandyo menekankan kesiapan TNI AD dalam membantu penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya pemadaman di area lahan gambut, dengan mengerahkan seluruh alutsista dan personel di lapangan. Terkait penanganan situasi keamanan di Papua, KSAD menegaskan pendekatan pengamanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat akan berjalan selaras sesuai arahan Presiden.
Profil Singkat dan Rekam Jejak Karier Jenderal Tandyo Budi Revita
Lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1969, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita merupakan perwira tinggi berlatar belakang kecabangan Infanteri (Kostrad). Sepanjang karier militernya, Tandyo kenyang pengalaman di satuan tempur, teritorial, hingga birokrasi pertahanan.
Perjalanan Jabatan Strategis:
1995–2011: Komandan Timsus Combat Intelligence (CI) hingga Danyonif Linud 330/Tri Dharma.
2011–2016: Danbrigif Linud 17/Kujang I, Danrindam IX/Udayana, Danmentar Akmil, serta Danrem 142/Taroada Tarogau.
2018–2023: Memegang posisi strategis di Kementerian Pertahanan, antara lain Direktur Bela Negara, Direkturrah Komhan Ditjen Strahan, hingga Kepala Badan Diklat (Kabadiklat) Kemhan.
2023–2026: Menjabat Pangdam IV/Diponegoro (2023–2024), Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (2024–2025), Wakil Panglima TNI (2025–2026), hingga kini resmi menjabat sebagai KSAD.
Atas pengabdiannya kepada bangsa dan negara, Jenderal Tandyo telah dianugerahi sejumlah tanda kehormatan negara, di antaranya Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, serta Bintang Jasa Pratama yang diterima pada Januari 2026. (Red)