
Bandarlampung, sinarlampung.co – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul naiknya tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Peningkatan status tersebut resmi berlaku terhitung sejak Jumat, 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB.
Kepala BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, menyampaikan penetapan kenaikan status tersebut pada Sabtu (10/10/2026), merujuk pada hasil evaluasi dan analisis menyeluruh terhadap peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau resmi meningkat dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung sejak 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Kenaikan status ini ditetapkan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas vulkanik terkini,” ujar Aswarodi.
Aktivitas Vulkanik dan Sebaran Abu
Aswarodi memaparkan, sepanjang Jumat (9/10/2026) hingga pukul 19.20 WIB, tercatat telah terjadi 9 kali erupsi dengan amplitudo maksimum 55 mm dan durasi hingga 32 detik, meski tinggi kolom erupsi tidak teramati secara visual.
“Sementara itu, pengukuran aktivitas vulkanik melalui Real-time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) menunjukkan fluktuasi dengan energi relatif rendah. Data tiltmeter Stasiun Tanjung periode 21 September hingga 9 Oktober 2026 juga memperlihatkan pola fluktuatif dengan kecenderungan mendatar pada komponen Y,” lanjutnya.
Mengenai sebaran material vulkanik, Aswarodi menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan citra satelit Terminal BMKG Lampung hingga Sabtu (10/10/2026) pukul 07.00 WIB, belum terdeteksi adanya dampak langsung abu vulkanik yang mencapai wilayah daratan Provinsi Lampung. Kendati demikian, kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas utama.
Perluasan Radius Aman dan Imbauan Masyarakat
Seiring penetapan Level III (Siaga), radius aman di sekitar kawah resmi diperluas. Masyarakat, nelayan, maupun wisatawan dilarang keras mendekat atau melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak material lava bersuhu tinggi dengan air laut maupun air hujan.
“Apabila terjadi erupsi berkepanjangan, terutama saat aktivitas erupsi masih berlangsung, masyarakat diimbau menyiapkan dan menggunakan masker sesuai kondisi paparan abu vulkanik,” tegas Aswarodi.
BPBD Provinsi Lampung turut meminta warga agar tidak panik serta bijak dalam memilah informasi yang beredar di media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi hoaks. Informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau hendaknya selalu merujuk pada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta update dari Pusdalops BPBD Provinsi Lampung. Tetap tenang, tingkatkan kewaspadaan, dan ikuti arahan instansi berwenang,” pungkasnya. (Red)