
BANDARLAMPUNG, sinarlampung.co – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memburu seorang pria berinisial I yang nekat melepaskan tembakan diduga menggunakan senjata api (senpi) di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung. Aksi koboi yang terekam kamera pengawas (CCTV) tersebut mendadak viral di media sosial setelah videonya menyebar luas.
Peristiwa ini terjadi di pos penjagaan gerbang belakang kampus UIN Raden Intan Lampung pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 13.15 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku datang mengenakan kaus lengan panjang hitam, masker hitam, dan mengendarai sepeda motor matik warna merah.
Kejadian bermula ketika pelaku mendatangi pos jaga saat petugas sekuriti sedang mengawal pintu keluar kendaraan roda dua. Pelaku kemudian menanyakan keberadaan seorang personel sekuriti kampus bernama Arianto.
Petugas yang berjaga saat itu menyampaikan bahwa Arianto belum bertugas dan baru masuk pada shift sore. Mendengar jawaban tersebut, pelaku sempat berjalan menuju sepeda motornya. Namun, bukannya meninggalkan lokasi, pelaku kembali menghampiri pos jaga dan mendadak mencabut benda diduga senjata api dari pinggangnya.
Pelaku lantas mengacungkan benda tersebut dan melepaskan satu kali tembakan ke udara di dekat pos penjagaan sebelum kabur melarikan diri dari area kampus.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan, membenarkan adanya insiden penembakan tersebut dan mengonfirmasi bahwa pihak keamanan kampus telah membuat laporan resmi.
“Benar, laporan kejadian sudah kami terima dari sekuriti kampus terkait terlapor yang meledakkan sejenis senjata api satu kali ke arah udara sebelum meninggalkan area,” ujar Indra saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2026).
Saat ini, tim penyidik sedang mendalami identitas lengkap pelaku berinisial I tersebut serta menguji jenis senjata yang digunakan dalam aksinya—apakah merupakan senjata api organik, rakitan, atau airsoft gun.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tenang seraya memastikan proses penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku tengah berjalan intensif di lapangan. (Red)