
Bandarlampung, sinarlampung.co – Pagi itu, Sabtu 5 September 2026, sejak pukul 10.00 keramaian di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Way Halim, tampak tak biasa. Ratusan karangan bunga berjajar rapi di bahu jalan, membentang dari depan Gedung Bagas Raya hingga ke seberang lajur lalu lintas. Di dalam gedung, riuk tawa dan jabat tangan hangat membaur, menandai momen sakral saat advokat senior yang juga Ketua DPC PERADI Bandar Lampung, Bey Sujarwo, merayakan pesta pernikahan putri keduanya.
Nawa Haya Fadia Putri, S.I.Kom.—yang akrab disapa Naya—resmi melangkahkan kaki menuju bahtera rumah tangga bersama Reynaldo Herdian (Rey). Namun, lebih dari sekadar perayaan dua insan yang mengikat janji suci, pesta ngunduh mantu Pakde Jarwo, begitu ia biasa disapa, berubah menjadi panggung silaturahmi besar yang mempertemukan berbagai kalangan.
Suasana di dalam ruang resepsi terasa luwes dan inklusif—mencerminkan rekam jejak gaul Bey Sujarwo yang panjang di dunia hukum dan media Lampung. Sejak prosesi akad nikah selesai pukul 08.00 WIB hingga resepsi berlangsung siang hari, arus tamu tak kunjung putus.
Di antara ribuan undangan, tampak para pejabat publik berdiri berdampingan dengan praktisi hukum, pengusaha, hingga penggerak organisasi masyarakat: Terlihat tokoh pemerintahan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua Keluarga Besar Batanghari Sembilan (KBBS) Lampung dan Forum Pembauran Kebangsaan Lampung H. Darussalam.
Juga terlihat Pangdam XXI Raden Inten Bengkulu-Lampung Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Sekdaprov Lampung Dr. Marindo Kurniawan, dan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana hadir menyampaikan doa secara langsung.
Dari komunitas Hukum: Wakil Ketua Umum DPN PERADI Zul Armain Aziz hadir mewakili Prof. Dr. Otto Hasibuan, berbaur bersama deretan advokat lintas daerah dari 10 DPC PERADI se-Provinsi Lampung serta jajaran LBH Bandar Lampung.
Dari dunia pendidikan dan usaha terlihat Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani, Ketua DPP APINDO Lampung Ary Meizari Alfian, hingga para pengusaha dan pimpinan media massa di Lampung.
Reuni Masa Sekolah dan Nostalgia Lama
Di sudut lain ruangan, ada pemandangan menarik yang mengundang senyum. Puluhan rekan seangkatan tahun 1985 dari SMAN 1 Belitang (BK 10) OKU Timur, Sumatera Selatan, sengaja datang rombongan untuk memberikan ucapan selamat kepada sahabat lama mereka, Bey Sujarwo.
Nostalgia masa seragam abu-abu pun menyeruak di tengah hiruk-pikuk pesta. Gelak tawa pecah saat mereka saling melempar ingatan lama tentang masa sekolah puluhan tahun silam, mempertegas bahwa di balik panggung hukum dan toga advokat, Pakde Jarwo tetaplah sosok hangat yang merawat ikatan pertemanan lama.
Bagi Naya dan Rey, perayaan hari itu menjadi awal lembaran baru yang diiringi restu dari ribuan pasang mata. Sementara bagi para tamu yang hadir, momen pesta pernikahan ini menjadi potret hangat bagaimana sebuah silaturahmi mampu melintasi batas profesi, jabatan, dan generasi. (Juniardi)