
Bandarlampung, sinarlampung.co – Aksi demonstrasi bertajuk “Manifesto Arah Juang Lampung” yang diusung Aliansi Rakyat Menggugat bergerak dari Gedung DPRD Provinsi Lampung menuju kawasan Kantor Gubernur Lampung pada Kamis (27/8/2026). Langkah ini diambil massa gabungan mahasiswa—yang melingkupi LMND, GMKI, dan GMNI—untuk melanjutkan agenda aksi “Kemah Juang” selama dua hari hingga Jumat (28/8/2026).
Pendirian tenda di depan Kantor Gubernur Lampung sempat mendapat penghadangan dan tarik-ulur dari aparat gabungan Kepolisian dan Satpol PP. Kendati demikian, sekitar 50 peserta aksi—dibawah koordinasi Dinda, Dwiki, dan Roma—akhirnya berhasil mendirikan tenda dan menyatakan akan bertahan hingga ada respons langsung dari Pemerintah Provinsi Lampung.
Di tengah jalannya aksi, muncul pula sorotan terkait dugaan tindakan kekerasan atau pemukulan oleh oknum aparat terhadap peserta aksi. Informasi tersebut mendorong desakan perlunya klarifikasi dan transparansi secara terbuka berdasarkan bukti visual maupun keterangan saksi di lapangan.
Dalam aksinya, Aliansi Rakyat Menggugat membawa tujuh poin utama tuntutan:
Sengketa Agraria: Menghentikan konflik agraria, menyelesaikan sengketa tanah, dan membongkar dugaan carut-marut pengelolaan aset daerah.
Infrastruktur & Pelayanan Publik: Memperbaiki kualitas jalan dan menjamin layanan publik yang layak bagi masyarakat.
Kesejahteraan Petani: Mewujudkan Lampung sebagai lumbung pangan yang berkeadilan bagi petani lokal.
Sektor Pendidikan: Mewujudkan sistem pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis.
Pengelolaan SDA: Melindungi sumber daya alam daerah dari eksploitasi yang merugikan rakyat.
Pengawasan Program Nasional: Memastikan pelaksanaan program-program nasional di Lampung berjalan transparan dan tepat sasaran.
Krisis Ekologis Way Kambas: Menyelamatkan kawasan Taman Nasional Way Kambas dari ancaman kerusakan lingkungan.
Hingga Kamis malam, massa terpantau masih bertahan mendirikan tenda di depan pintu masuk Kantor Gubernur Lampung. Konsolidasi terus dilakukan dan jumlah peserta aksi diperkirakan akan terus bertambah. (Red)