
Lampung Timur, sinarlampung.co – Duka mendalam menyelimuti keluarga Sumartin (32), warga Desa Silirsari, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur. Pemuda yang sejak lahir mengalami tuna rungu dan tuna wicara itu ditemukan meninggal dunia diduga bunuh diri, dengan cara tergantung di batang pohon di area kebun dekat persawahan, tidak jauh dari kediamannya.
Saat ditemukan, kondisi Sumartin sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Seorang warga yang kebetulan sedang melintas untuk mencari rumput, secara tidak sengaja melihat sosok tubuh tergantung di batang pohon sekitar pukul 16.15 WIB. Pada saat ditemukan, kedua orang tua Sumartin sedang bekerja menggarap disawah yang tak begitu jauh dari lokasi penemuan.
Peristiwa tersebut sontak mengegerkan warga. Sumartin diketahui merupakan penyandang tuna rungu dan tuna wicara akibat kondisi bawaan sejak lahir.
Paman korban, Sumarsono, mengungkapkan kesedihan mendalam keluarga atas kepergian keponakannya. Keterbatasan dalam pendengaran dan komunikasi membuat kehidupan Sumartin tidak lepas dari berbagai tantangan yang harus dihadapi bersama keluarganya.
Berdasarkan keterangan paman korban, Sumartin diduga meninggal akibat bunuh diri. Keluarga juga menduga kondisi depresi yang dialami korban menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.
“Kalo anak nya itu gak neko – neko, baca aja gak bisa., minta motor sma wifi sudah dituruti sama orang tuanya. Kalo isu yang dihape kalah slot itu gak bener,hoax itu,” jelas Sumarsono (2/10/2026).
Kepergian Sumartin meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Sosok yang selama ini hidup dalam keterbatasan komunikasi dan pendengaran tersebut kini telah pergi, menyisakan kesedihan bagi orang-orang terdekat yang mengenalnya.
Keluarga berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pengingat akan pentingnya perhatian dan pendampingan terhadap penyandang kebutuhan kusus, terutama mereka yang menghadapi persoalan dalam kehidupan sehari-hari dan membutuhkan dukungan lebih dari keluarga maupun lingkungan sekitar. (Afandi)