
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Satelit Lampung-1 resmi mengorbit pada Rabu (5/8/2026) pukul 09.15 WIB. Roket pembawa satelit itu lepas landas dari kapal di pusat peluncuran maritim Haiyang, lepas pantai Shandong, China.
Misi tersebut merupakan bagian dari peluncuran Satelit Kembar Hiperspektral OSE yang dikembangkan perusahaan antariksa China STAR.VISION Aerospace. Selain Lampung-1, roket yang sama membawa satelit Samarkand 2028 milik Uzbekistan. Siaran langsung di akun LinkedIn STAR.VISION menunjukkan roket meluncur vertikal dari platform kapal di tengah laut dan berjalan sesuai rencana.
Lampung-1 bukan satelit milik Pemerintah Provinsi Lampung. Satelit itu dimiliki dan dioperasikan STAR.VISION. Pemprov Lampung hanya memanfaatkan data yang dihasilkan melalui kerja sama yang ditandatangani Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama perusahaan tersebut dan Oriental Maritime Space Port pada 28 Mei 2025 di Haiyang, Shandong. Kerja sama itu dikoordinasikan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Tidak ada dana APBD yang dipakai untuk pembangunan, peluncuran, maupun operasional satelit.
Teknologi yang dibawa satelit ini menggabungkan pencitraan hiperspektral multi-band dengan komputasi kecerdasan buatan (AI) di orbit. Data bisa diolah langsung di luar angkasa sehingga hasilnya lebih cepat dan siap pakai. Pemprov Lampung menyebut data itu akan dipakai untuk pertanian presisi, pemantauan pesisir dan kelautan, pengawasan lingkungan, tata ruang, serta deteksi dini banjir, longsor, dan kebakaran hutan.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal sebelumnya menekankan pentingnya data akurat. “Pada era sekarang, keputusan yang baik harus lahir dari data yang akurat. Lampung-1 akan membantu kami melihat kondisi daerah secara lebih cepat, lebih luas, dan lebih presisi sehingga kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain akses data, kerja sama ini mencakup pelatihan sumber daya manusia. Sejumlah aparatur Pemprov Lampung akan dikirim ke China untuk mempelajari pengolahan data hiperspektral dan pemanfaatan AI. Rencana pembangunan stasiun bumi di Lampung juga masuk dalam kesepakatan.
Peluncuran ini menempatkan Lampung sebagai salah satu daerah pertama di Indonesia yang memanfaatkan satelit hiperspektral khusus untuk mendukung pembangunan berbasis data. Hingga berita ini ditulis, pihak STAR.VISION dan Pemprov Lampung belum merinci jadwal operasional penuh satelit setelah mencapai orbit. (Red)