
PESAWARAN, sinarlampung.co – Cyntia Martalena, warga asal Kabupaten Pesawaran, Lampung, membagikan pengalaman berharganya usai menyelesaikan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tahun 2026. Program ini ditujukan untuk mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Diklat yang berlangsung di Resimen Artileri 1 Marinir (Menart 1 Mar) Cilincing, Jakarta Utara, di bawah pimpinan Kolonel Marinir Aminuddin, M.Tr.Hanla., M.M., tersebut resmi ditutup pada 31 Juli 2026.
Cyntia mengaku bersyukur dapat lolos seleksi dari ratusan ribu pendaftar hingga berhasil menyelesaikan pelatihan dasar militer yang mengusung konsep Bela Negara.
”Banyak pengalaman berharga yang didapatkan, mulai dari penanaman sikap, perilaku, pengetahuan, hingga keterampilan dasar kemiliteran yang belum tentu bisa didapatkan semua orang di luar sana,” ujar Cyntia.
Dipercaya Pimpin Ratusan Peserta
Selama masa pendidikan, Cyntia mendapatkan kepercayaan memegang sejumlah posisi strategis organisasi peserta. Selain dipercaya menjadi ketua kelas, ia sempat mengemban amanah sebagai Siswa Komandan Kompi (SisDanki), Siswa Bintara Utama (SisBama), hingga Siswa Komandan Batalyon (SisDanyon) yang memimpin sekitar 860 peserta.
”Di sana kami dilatih dan diuji kemampuan memimpin serta mengendalikan sumber daya manusia agar tujuan dan harapan program dapat tercapai,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kedisiplinan dan pembentukan karakter selama diklat memberikan kebanggaan tersendiri. Menurutnya, seluruh peserta dididik dengan baik untuk menjaga ketahanan fisik dan mental.
Selain pembentukan karakter dan kepemimpinan melalui dasar kemiliteran, para peserta SPPI juga dibekali materi manajerial sesuai bidang masing-masing. Cyntia sendiri bertugas di bidang Penjamin Mutu Kampung Nelayan Merah Putih.
Tugas utamanya kelak adalah memastikan produk perikanan yang diedarkan oleh KNMP—baik untuk pasar domestik maupun ekspor—memiliki mutu yang terjamin dan aman dikonsumsi.
”Kami diajarkan Good Manufacturing Practices (GMP) untuk memastikan produk diproduksi secara konsisten sesuai standar kualitas. Selain itu, kami dibekali pola pikir kewirausahaan, literasi keuangan UMKM perikanan, digitalisasi kelautan, hingga problem solving di lapangan,” jelas Cyntia.
Ia menegaskan, pembekalan tersebut mencakup seluruh rantai pasok dari hulu ke hilir—mulai saat nelayan menangkap ikan di laut, penanganan di atas kapal, hingga sampai ke tangan konsumen.
Siap Berkontribusi untuk Ketahanan Pangan
Melalui program KNMP ini, Cyntia berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi negara, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
”Kalau untuk ikut seleksi Akmil umur saya sudah lewat, tetapi kita tetap bisa berkontribusi untuk negara melalui jalur lain, salah satunya lewat KNMP ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Letjen TNI Tri Budi Utomo menyatakan bahwa seluruh peserta SPPI 2026 yang dinyatakan lulus telah dibekali kesiapan fisik maupun intelektual, serta siap diterjunkan untuk menjalankan tugas di wilayah masing-masing. (Red)