
TANGGAMUS, sinarlampung.co — Dugaan aktivitas eksplorasi pasir pantai di kawasan Teluk Tengor, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, mendadak viral dan memicu keprihatinan masyarakat setempat. Kegiatan tersebut diduga melibatkan oknum karyawan dari perusahaan tambak udang PT Windu Mantap Mandiri (WMM).
Menanggapi hal itu, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kelautan dan Perikanan Kecamatan Cukuh Balak mengambil langkah tegas dengan menyurati Aparat Penegak Hukum (APH) hingga pemerintah daerah, Senin (3/8/2026).
Melalui surat resmi bernomor 01/POKMASWAS-PL/VII/2026, Pokmaswas melaporkan dugaan penambangan pasir laut tersebut ke Polsek Cukuh Balak, Kantor Kecamatan Cukuh Balak, serta Pemerintah Pekon Tengor.
Ketua Pokmaswas Cukuh Balak, Mirzi Hendra, mengkhawatirkan dampak kerusakan ekosistem pesisir dan ancaman abrasi pantai jika pengerukan pasir tersebut dibiarkan tanpa penanganan legalitas yang jelas.
”Kami memohon kepada Aparat Penegak Hukum untuk segera turun ke lapangan guna melakukan verifikasi. Perlu koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan legalitas kegiatan tersebut dan melihat apakah ada pelanggaran hukum,” ujar Mirzi Hendra.
Ia menambahkan, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) bersama Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika) Cukuh Balak dijadwalkan turun langsung ke lokasi Teluk Tengor pada Senin (3/8/2026) untuk melakukan inspeksi mendadak.
Tanggapan Pihak Perusahaan
Di sisi lain, pihak PT Windu Mantap Mandiri (WMM) membantah keterlibatan perusahaan dalam dugaan penambangan pasir tersebut.
Perwakilan PT WMM, Andi Tamsil, mempertanyakan kebenaran isu yang menyeret nama karyawannya dan menegaskan bahwa operasional perusahaan murni bergerak di bidang budidaya tambak udang.
”PT Windu Mantap Mandiri itu perusahaan tambak udang, untuk apa mengambil pasir pantai? Penambangan pasir itu harus memiliki izin galian C, apalagi jika lokasinya masuk dalam kawasan konservasi,” jelas Andi Tamsil saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari DKP dan jajaran Uspika Cukuh Balak masih melakukan verifikasi di lapangan guna memastikan kebenaran dugaan aktivitas pengerukan pasir tersebut. (Masda Masrur)