
Pesawaran, sinarlampung.co – Puluhan hektare lahan persawahan di Desa Mada Jaya, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Lampung, dilanda kekeringan akibat minimnya pasokan air. Kondisi tersebut mengancam hasil panen para petani yang sebelumnya telah mengeluarkan biaya untuk pengolahan lahan, pembelian benih, pupuk, hingga perawatan tanaman.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian tanaman padi yang telah memasuki fase pertumbuhan, bahkan mulai mengeluarkan malai, kini terancam mengering. Upaya petani menyedot air dari aliran sungai juga tidak membuahkan hasil karena debit air terus menurun drastis, bahkan di beberapa titik sungai sudah mengering.
Ketua LSM Penjara Indonesia DPD Lampung, Mahmuddin, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Menurutnya, pemerintah harus segera mengambil langkah cepat agar kerugian yang dialami petani tidak semakin besar.
“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan Pemerintah Provinsi Lampung melalui dinas-dinas terkait untuk segera turun ke lokasi melakukan pendataan dan mengambil langkah penanganan darurat. Petani tidak boleh dibiarkan menghadapi kondisi ini sendirian,” ujarnya.
LSM Penjara Indonesia menilai sejumlah langkah yang perlu segera dilakukan pemerintah, yakni melakukan identifikasi dan pendataan lahan terdampak melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Pesawaran bersama Pemerintah Provinsi Lampung.
Selain itu, pemerintah diminta mengerahkan bantuan pompa air beserta sarana pendukung apabila masih terdapat sumber air yang dapat dimanfaatkan, berkoordinasi dengan instansi pengelola sumber daya air untuk mencari solusi distribusi air ke lahan pertanian terdampak, serta menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi puso atau gagal panen sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk memberikan pendampingan kepada petani.
LSM Penjara Indonesia juga mendorong pemerintah menyusun langkah jangka panjang melalui perbaikan dan penguatan jaringan irigasi serta konservasi sumber air agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Organisasi tersebut berharap pemerintah daerah segera melakukan koordinasi lintas sektor sehingga penanganan kekeringan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai kewenangan masing-masing instansi.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencari solusi demi menyelamatkan hasil pertanian masyarakat. Ketahanan pangan daerah tidak akan terwujud apabila persoalan irigasi dan kekeringan tidak segera ditangani secara serius,” tambah Mahmuddin.
LSM Penjara Indonesia menegaskan, rilis tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi petani sekaligus harapan agar pemerintah segera mengambil langkah nyata berdasarkan hasil verifikasi di lapangan. Dengan demikian, potensi gagal panen dapat diminimalkan dan kesejahteraan petani tetap terjaga. (Red)