
Bandarlampung, sinarlampung.co – Sebanyak 116 sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB negeri di Provinsi Lampung hingga kini masih dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung memastikan kekosongan posisi definitif ini akan segera terisi dalam waktu dekat.
Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian proses seleksi di tingkat dinas telah rampung dan kini memasuki tahap verifikasi akhir di tingkat Pemerintah Provinsi Lampung.
“Ada 116 sekolah yang saat ini dijabat Plt. Prosesnya sekarang sedang tahap finalisasi dan verifikasi data oleh tim. Insyaallah dalam waktu dekat akan segera didefinitifkan,” ujar Thomas, Senin (27/7/2026).
Thomas menegaskan bahwa pengisian posisi ini dilakukan secara profesional melalui mekanisme Seleksi Terbuka (Selter). Tahapan yang dilalui para peserta meliputi: Uji Kompetensi (Ukom), Wawancara Teknis, Pemaparan Visi & Program Kerja, dan Pembahasan Panitia Seleksi (Pansel)
Menurut Thomas, Disdikbud tidak hanya mematok kualifikasi administratif dan kriteria kepangkatan semata, melainkan menuntut calon kepala sekolah memiliki visi kepemimpinan dan inovasi kuat untuk memajukan sekolah.
“Yang paling penting punya inovasi. Kalau tidak punya visi dan inovasi, bagaimana sekolah bisa berkembang? Dari peserta yang mendaftar, sudah ada nama-nama yang memenuhi kualifikasi. Tinggal ditentukan pada tahap finalisasi,” tegasnya.
Jaminan KBM Tetap Lancar
Thomas merinci bahwa kekosongan posisi kepala sekolah definitif di 116 sekolah tersebut murni disebabkan oleh faktor pensiun serta mutasi jabatan—bukan dibiarkan sengaja kosong. Beberapa sekolah yang saat ini dipimpin Plt antara lain SMAN 16 Bandar Lampung, SMAN 1 Natar, SMKN 9, dan SMKN 8.
Selain itu, proses pengangkatan memerlukan waktu karena penyesuaian regulasi dan sistem aplikasi terintegrasi dari pemerintah pusat yang mensyaratkan kelengkapan data administratif secara terperinci.
Kendati ratusan sekolah masih dijabat oleh Plt, Disdikbud menjamin Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di seluruh satuan pendidikan tetap berjalan normal. “Sampai hari ini KBM relatif tidak terganggu dan semuanya berjalan baik. Namun memang kita ingin posisi ini segera definitif supaya tata kelola sekolah makin tuntas dan jelas. Mohon doanya saja,” kata Thomas. (Red)