
Surabaya, sinarlampung.co – Ruas Jalan Tol Pandaan–Malang, Jawa Timur, menjadi saksi bisu rentetan kecelakaan maut yang terjadi dalam kurun waktu tujuh hari berturut-turut. Dua insiden yang sama-sama terjadi pada hari Rabu tersebut merenggut total delapan korban jiwa dan menyebabkan sembilan orang lainnya luka-luka.
Faktor kelelahan (microsleep) serta kelalaian menjaga jarak aman berkendara diduga kuat menjadi pemicu utama kedua tragedi yang menimpa rombongan wisatawan tersebut.
Mobil Keluarga Tabrak Truk di KM 71 (15 Juli 2026)
Kecelakaan maut pertama terjadi di KM 71/B pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Sebuah mobil Honda CR-V berplat nomor L 1720 CAY yang membawa rombongan keluarga asal Semampir, Surabaya, menabrak truk Mitsubishi Fuso yang sedang berhenti di bahu jalan.
Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno menjelaskan, kendaraan yang dikemudikan oleh MI (37) melaju dari arah Malang menuju Surabaya sebelum akhirnya kehilangan kendali.
“Pengemudi Honda CR-V diduga kuat kehilangan konsentrasi karena mengantuk (microsleep). Akibatnya, kendaraan oleng ke kiri masuk ke bahu jalan, menabrak pembatas (guardrail), lalu terpental menghantam truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi AD 8827 YA yang sedang berhenti,” ujar Joko.
Insiden ini menewaskan lima orang anggota keluarga, termasuk seorang balita, serta menyebabkan empat orang lainnya luka berat. Perwakilan keluarga korban, Kautsar Ramadhani, mengungkapkan bahwa rombongan tersebut baru saja pulang berwisata dari Kota Batu.
Daftar Korban Kecelakaan KM 71, Meninggal Dunia (5 Orang): MI (37, pengemudi), MH (36, istri MI), HH (39, kakak MI), HN (38, kakak MI), dan WPP (2, balita). Luka Berat (4 Orang): QJ (8), UH (19), WPC (2), dan ZA (12).
Rombongan Wisatawan Makassar di KM 76.600 (22 Juli 2026)
Tepat seminggu kemudian, Rabu (22/7/2026) malam, kecelakaan kembali terjadi di KM 76.600 A. Minibus Toyota Hiace bernopol B 7463 WDA yang mengangkut rombongan wisatawan asal Sulawesi Selatan menghantam bagian belakang truk bernomor polisi DA 8984 CH.
Benturan keras membuat bagian depan hingga tengah minibus ringsek parah. Kepala Unit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Syamsul Khairudin mengonfirmasi bahwa korban merupakan rombongan asal Makassar dan Gowa yang baru tiba di Jawa Timur untuk berlibur. “Rombongan tersebut melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Malang untuk berwisata,” terang Syamsul.
Kasat Lantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska merinci dari total 10 penumpang di dalam Hiace, tiga orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi, sementara lima lainnya mengalami luka-luka. Pengemudi minibus, Awang Darmawan (39), selamat dalam tragedi tersebut.
Daftar Korban Kecelakaan KM 76: Meninggal Dunia (3 Orang): B (46, warga Makassar), OT (40, warga Gowa), dan AWM (10). Luka-luka (5 Orang): E (40, patah tulang kaki kiri), P (28, dugaan cedera leher), Y (42, nyeri kepala), MYS (2, balita), dan BN (8).
Rentetan kecelakaan tragis di Tol Pandaan–Malang ini menjadi peringatan keras bagi para pengguna jalan tol. Pihak kepolisian mengimbau pengemudi untuk mengutamakan keselamatan dengan tidak memaksakan diri berkendara saat lelah atau mengantuk, serta selalu memanfaatkan rest area untuk beristirahat. (Red)