
Tulangbawang Barat, — Di bawah naungan langit cerah yang menaungi lapangan hijau SMAN 01 Batu Putih, Kabupaten Tulang Bawang Barat, derap langkah tegas ratusan anggota Pramuka bergema serempak. Berbalut seragam cokelat kebanggaan dengan kacu merah putih terikat rapi di dada, para Pramuka Penegak ini berkumpul menyatukan tekad dalam agenda tahunan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA).
Di tengah keriuhan semangat peserta, sosok Pembina Pramuka, Pak Ferdi, tampak berdiri memberikan arahan dengan cermat dan penuh dedikasi. Bagi Ferdi, Pramuka bukan sekadar ekstrakurikuler pengisi waktu luang atau ruang kumpul rutin. Lebih dari itu, Pramuka adalah kawah candradimuka—ruang pembentukan karakter, penggemblengan mental, serta tempat menanamkan nilai kepemimpinan yang berintegritas.
”Kepemimpinan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian untuk melangkah, bekerja sama, dan menembus batas kemampuan diri,” tegas Ferdi di hadapan para anggota baru.
Di sudut lapangan, gapura bambu berdiri kokoh menopang kibaran bendera Ambalan dan Sang Saka Merah Putih. Dari simpul-simpul tali yang terikat presisi hingga yel-yel yang membakar semangat, tiap rincian kegiatan diselipi pelajaran tentang kemandirian, kedisiplinan, dan pentingnya saling mendukung dalam tim.
Melalui PTA ini, Pramuka SMAN 01 Batu Putih tak sekadar mengukir memori masa sekolah, tetapi juga menyalakan ikatan kepemimpinan dalam diri tiap anggotanya—menyiapkan mereka menjadi tunas-tunas bangsa yang tangguh dan siap menyongsong masa depan. (Mellysa Rizki)