
Kota Tangerang, sinarlampung.co – Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Agus Tejo Prabowo (ATP) meninggal dunia setelah menjadi korban penusukan dan pembegalan sadis di kawasan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Minggu 12 Juli 2026 dini hari.
Korban yang merupakan warga Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kehilangan nyawanya setelah berupaya mempertahankan sepeda motor miliknya dari tangan pelaku kejahatan saat ia tengah beristirahat di pangkalan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Iwan, membenarkan adanya peristiwa tragis yang menimpa pengemudi ojol tersebut. “Iya, benar korban merupakan driver ojol berinisial ATP,” ujar Iwan saat dikonfirmasi wartawan, Senin 13 Juli 2026.
Peristiwa bermula saat korban yang kelelahan usai menarik penumpang memutuskan untuk bermalam di pangkalan ojol bersama rekan-rekannya—sebuah aktivitas yang memang kerap ia lakukan sebelum kembali ke rumahnya di Tigaraksa.
Saat korban sedang tertidur lelap, pelaku diam-diam mendekat dan merogoh saku korban untuk mengambil kunci sepeda motor. Namun, aksi senyap tersebut rupanya membuat korban terjaga.
Menyadari kendaraannya hendak dilarikan, korban langsung melakukan perlawanan sengit guna mempertahankan satu-satunya aset penunjang nafkahnya tersebut. Naik pitam karena aksinya terhambat, pelaku langsung menyerang korban secara brutal menggunakan senjata tajam.
Usai melukai korban hingga bersimbah darah, pelaku langsung melarikan diri dengan membawa kabur sepeda motor serta telepon genggam (smartphone) milik korban.
Aksi keji pelaku sempat terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, tampak seorang pria mengenakan hoodie berwarna abu-abu lengkap dengan penutup kepala (kupluk) berjalan mencurigakan ke arah pangkalan. Pria tersebut sempat mengamati situasi sekitar sebelum akhirnya melancarkan aksinya.
Sementara itu, video pasca-kejadian juga beredar luas dan memperlihatkan korban yang masih mengenakan jaket ojol khasnya tergeletak tak berdaya di bangku pangkalan dengan kondisi luka tusuk yang parah. Rekan-rekan sesama pengemudi ojol dan warga sekitar yang mendatangi lokasi tampak syok dan terpukul melihat kondisi korban.
Rekan korban sempat melarikan ATP ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan darurat. Namun, akibat pendarahan hebat dan luka serius yang dideritanya, nyawa korban akhirnya tidak dapat diselamatkan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Polres Metro Tangerang Kota bersama Polsek Teluknaga masih terus melakukan penyelidikan mendalam di lapangan guna mengidentifikasi dan memburu pelaku.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, dan beberapa rekaman CCTV yang berada di jalur pelarian pelaku kini tengah dianalisis secara intensif oleh penyidik.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan oleh Polres Tangerang Kota dan Polsek Teluk Naga,” pungkas AKP Iwan menegaskan komitmen kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. (Red)