
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai mengancam hasil panen petani di Dusun Sinar Mulya, Desa Purwodadi, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan. Puluhan hektare sawah yang ditanami padi musim tanam kedua atau musim gadu mengalami kekeringan akibat hujan yang tak kunjung turun.
Kondisi tersebut membuat para petani khawatir tanaman padi tidak dapat bertahan. Jika dalam waktu dekat tidak turun hujan atau tidak ada pasokan air untuk mengairi sawah, mereka terancam mengalami gagal panen.
Saat ditemui di lokasi pada Sabtu (11/7/2026), Jamal (40), salah seorang petani, mengatakan wilayahnya sudah hampir dua bulan tidak diguyur hujan. Akibatnya, tanaman padi di areal persawahan mulai mengering.
“Akibat hujan yang tak kunjung turun, tanaman padi di sawah saya mulai kekeringan. Jika dalam dua minggu ke depan belum ada hujan, sudah dipastikan kami petani akan mengalami gagal panen. Ini bukan hanya saya, tapi hampir seluruh areal persawahan di lingkungan ini sudah mulai kering semua,” ujar Jamal.
Jamal menjelaskan, petani di wilayah tersebut hanya mengandalkan air hujan untuk mengairi sawah. Mereka tidak memiliki jaringan irigasi maupun kemampuan membangun sumur bor secara mandiri karena keterbatasan biaya.
Ia juga menyebut embung yang ada di wilayah tersebut tidak dapat dimanfaatkan karena kondisinya mangkrak. Akibatnya, tidak ada cadangan air yang bisa digunakan saat musim kemarau.
Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, Jamal berharap Dinas Pertanian segera memberikan solusi agar tanaman padi milik petani masih bisa diselamatkan.
“Kami meminta pihak dinas pertanian memberikan bantuan terbaik bagi kami petani, minimal berupa bantuan sumur bor di areal persawahan ini agar tanaman kami bisa terselamatkan,” harapnya.
Keluhan serupa disampaikan Edi (50), petani lainnya di Dusun Sinar Mulya. Menurutnya, tanaman padi yang ditanam pada musim gadu kini mulai layu dan mengering akibat kekurangan air.
Ia berharap pemerintah segera memberikan bantuan, terutama pembangunan sumur bor, agar sawah petani tetap mendapat pasokan air dan ancaman gagal panen dapat dihindari. (Waluyo)