
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Penanganan dugaan kerusakan sejumlah alat elektronik milik warga Desa Talang Jawa, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, yang diduga berkaitan dengan tower pemancar Telkomsel mulai menunjukkan perkembangan. Saat ini, pihak manajemen perusahaan tengah membahas alokasi anggaran untuk perbaikan maupun penggantian barang yang dilaporkan rusak.
Berdasarkan keterangan tim teknisi yang dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Sabtu (11/7/2026), seluruh data kerusakan barang milik warga yang terdampak telah selesai didata dan diserahkan kepada manajemen perusahaan.
Menurut tim teknisi, data tersebut kini sedang dibahas di tingkat manajemen. Pembahasan meliputi peninjauan secara rinci terhadap kebutuhan anggaran yang akan digunakan untuk proses perbaikan maupun penggantian alat elektronik yang mengalami kerusakan.
Saat ini, proses pengambilan keputusan masih berlangsung dan menunggu persetujuan akhir dari pihak manajemen.
Salah seorang warga terdampak, Saidi, mengaku menyambut baik perkembangan tersebut. Meski demikian, ia berharap perusahaan segera memberikan kepastian dan merealisasikan penyelesaian persoalan yang dialami warga.
“Kami masih menunggu kepastian yang jelas dari pihak perusahaan pengelola menara tersebut. Meskipun sudah ada kabar baik yang disampaikan, harapan besar kami masalah ini bisa segera diselesaikan dengan tuntas. Kami tidak ingin hanya sekadar mendengar janji manis semata tanpa ada bukti tindakan yang nyata di lapangan,” ujar Saidi.
Di sisi lain, Toni yang mewakili Ketua BPAN Indonesia Lampung Selatan mengimbau seluruh warga Desa Talang Jawa agar tetap bersabar menunggu keputusan resmi dari pihak perusahaan. Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya serta tetap menjaga persatuan selama proses penyelesaian berlangsung.
“Saya yakin pihak perusahaan akan memenuhi hak dan tuntutan kita dengan sebaik-baiknya dan secepat mungkin. Mari kita tetap bersatu dan tidak terpengaruh oleh berita yang belum jelas kebenarannya,” tambahnya. (Waluyo)