
Bandarlampung, sinarlampung.co – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali meresahkan lingkungan indekos di sekitar area kampus. Satu unit sepeda motor Honda Vario tahun 2023 milik seorang mahasiswa Universitas Malahayati berinisial Bs, raib digondol maling saat diparkir di dalam ruangan Kosan Bapak Doni, Jalan Pramuka, Bandar Lampung, Sabtu 27 Juni 2026 sekira pukul 14.15 WIB.
Curanmor Bersenjata Api Teror Warga Pekalongan Lampung Timur, Pelaku Sempat Lepaskan Tembakan
Peristiwa ini menjadi sorotan tajam lantaran merupakan kasus kehilangan motor yang ketiga kalinya di lokasi kosan yang sama dalam setahun terakhir. Sebelumnya, motor milik orang tua penghuni kos asal Pringsewu juga raib digondol pencuri saat datang berkunjung.
Aksi pencurian tersebut terjadi hanya berselang 15 menit setelah waktu salat Zuhur. Berdasarkan keterangan penjaga kos, saat pelaku melancarkan aksinya, area parkir dalam kondisi kosong tanpa penjagaan fisik.
“Saat kejadian, pengawas yang ditunjuk pemilik kos sedang pergi mengajar mengaji di salah satu mushola sekitar. Situasi sepi itu membuat pelaku bisa bergerak dengan sangat leluasa,” ungkap penjaga kos saat dikonfirmasi, Kamis 2 Juli 2026.
Ayah korban, setelah meninjau langsung tempat kejadian perkara (TKP), menilai bahwa tata letak bangunan kosan yang cenderung tersembunyi dari jalan raya membuat lokasi tersebut minim pengawasan publik dan menjadi sasaran empuk kejahatan.
Lemahnya sistem pengamanan di kosan tersebut diduga kuat menjadi pemicu berulangnya aksi curanmor. Pemilik kos, Bapak Doni, mengakui bahwa dirinya sengaja tidak mempekerjakan petugas satpam profesional di kosannya. “Alasannya karena tidak mampu membayar gaji satpam,” ujar Doni.
Untuk menjaga keamanan, pemilik kos hanya mengandalkan satu orang pekerja kepercayaan yang digaji sebesar Rp1.500.000 per bulan. Angka upah tersebut dinilai sangat minim karena berada jauh di bawah standar Upah Minimum Regional (UMR) Provinsi Lampung. Alhasil, sistem keamanan praktis hanya bertumpu pada kamera CCTV dan gembok pagar standar tanpa adanya pengamanan fisik yang bersiaga 24 jam.
Pelaku Diduga Bersenjata Api
Di sisi lain, warga sekitar menduga komplotan pelaku curanmor yang menyasar wilayah ini bertindak nekat dan diduga membawa senjata api (senpi). Hal ini membuat penghuni atau saksi mata yang melihat kejadian tidak berani menghalangi karena takut bertaruh nyawa.
Menanggapi maraknya aksi curanmor berlaras pendek ini, masyarakat meminta pihak kepolisian, khususnya Polresta Bandar Lampung, untuk lebih meningkatkan sistem pengamanan dan mengefektifkan penegakan hukum di lapangan guna menekan angka kriminalitas ranmor.
Sementara itu, para orang tua dan mahasiswa diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan setinggi-tingginya jika memilih tempat tinggal, serta selalu menggunakan kunci pengaman ganda tambahan pada kendaraan. (Red)