
Bandarlampung, sinarlampung.co – Corak hijau-hitam memenuhi ruang pertemuan Mahan Agung pada Kamis (2/7/2026). Di rumah dinas jabatan Gubernur tersebut, Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lampung dan Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Lampung periode 2026-2031 resmi dilantik untuk mengemban nakhoda organisasi selama lima tahun ke depan.
Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Presidium Majelis Nasional KAHMI Abdullah Puteh dan Presidium FORHATI Pusat Anita Aryani ini tidak sekadar menjadi ritual seremonial bergantinya kepengurusan. Mengusung tema besar “Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045”, acara ini bertransformasi menjadi panggung bedah gagasan tentang masa depan pembangunan di Bumi Ruwa Jurai.
Hadir di tengah-tengah ratusan alumni hijau-hitam, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memaparkan tantangan geopolitik dan ekonomi yang dihadapi Lampung saat ini. Sebagai daerah penyangga pangan nasional dengan luas wilayah mencapai 3,3 juta hektare, Lampung selama ini sangat bergantung pada denyut nadi sektor pertanian dan perkebunan.
“Lampung adalah provinsi agraris. Struktur ekonomi kita digerakkan oleh keringat para petani di ladang dan perkebunan. Tantangannya, kesejahteraan mereka sangat fluktuatif, mendikte naik-turunnya harga komoditas pasar,” ujar Gubernur Mirza.
Di hadapan para tokoh masyarakat, akademisi, dan birokrat yang memadati ruangan, Mirza menegaskan bahwa Lampung tidak boleh lagi hanya bangga sebagai daerah penghasil bahan baku mentah. Ia menantang KAHMI dan FORHATI Lampung untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan cetak biru ekonomi baru berbasis hilirisasi.
“Ke depan, kekayaan alam kita harus diolah di tanah sendiri agar menciptakan nilai tambah yang tinggi. Kita harus membuka lebih banyak peluang industri pengolahan di desa-desa, meningkatkan produktivitas, dan memastikan pertumbuhan ekonomi itu benar-benar menetes hingga ke lapisan masyarakat paling bawah,” tegasnya.
Selain transformasi ekonomi, Gubernur Mirza juga menyoroti visi Presiden Prabowo Subianto mengenai urgensi penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas 2045 akan menjadi narasi kosong jika kualitas pendidikan, akses kesehatan, dan pemenuhan gizi anak-anak di Lampung diabaikan hari ini.
“Generasi emas tidak lahir instan, mereka harus dipersiapkan secara radikal sejak sekarang. Kita harus memastikan setiap anak di pelosok Lampung mendapatkan hak pendidikan dan pemenuhan gizi yang setara untuk berkembang,” lanjut Mirza.
Sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan daerah, Ketua MW KAHMI Lampung yang baru dilantik, Budiono, secara simbolis meluncurkan Kartu Anggota KAHMI. Menariknya, KAHMI memberikan Kartu Anggota KAHMI Istimewa kepada dua pucuk pimpinan tertinggi di daerah, yakni Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar.
Pemberian kartu ini menjadi simbol ikatan emosional sekaligus komitmen KAHMI untuk mengawal kebijakan pemerintah melalui sumbangan pemikiran, riset, serta inovasi berbasis data ilmiah.
Acara pelantikan ini ditutup dengan sesi dialog dan ramah tamah yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, unsur Forkopimda, serta para kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. (Red)