
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Wajah Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Provinsi Lampung tampaknya akan mengalami perubahan signifikan pada musim mendatang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung kini tengah menggodok skema baru, salah satunya dengan mewacanakan Tes Potensi Akademik (TPA) bagi para pendaftar di jalur afirmasi.
Langkah ini diambil sebagai respons atas evaluasi menyeluruh demi menciptakan sistem penerimaan siswa yang tidak hanya adil, tetapi juga memiliki standar mutu yang berimbang di setiap jalurnya.
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amrico, mengungkapkan bahwa jalur afirmasi—yang sejatinya diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu atau berkebutuhan khusus—perlu memiliki indikator penilaian yang terukur agar selaras dengan jalur zonasi maupun jalur prestasi.
“Untuk jalur afirmasi, kami berencana memberikan Tes Potensi Akademik agar lebih berimbang seperti jalur lainnya,” kata Thomas, Selasa 16 Juni 2026.
Thomas menegaskan, selama dirinya masih dipercaya menakhodai Disdikbud Lampung, pembenahan di tubuh birokrasi pendidikan akan menjadi prioritas utama. Baginya, peningkatan mutu sekolah tidak boleh dinodai oleh praktik-praktik nonprosedural yang merugikan calon siswa lain.
Selain aspek akademis, komitmen terhadap integritas menjadi sorotan utama dalam reformasi SPMB kali ini. Thomas mengirimkan pesan kuat kepada seluruh pihak agar menghormati proses seleksi yang bersih. Ia pun menutup keterangannya dengan sebuah jargon yang menegaskan sikap anti-intervensi: “No Titip, No Justice.”
Slogan tegas tersebut menjadi sinyal bahwa Disdikbud Lampung tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk praktik titip-menitip dalam penerimaan siswa baru, demi menjamin hak pendidikan yang setara bagi seluruh anak di Bumi Ruwa Jurai. (Red)