
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Perusahaan penyedia layanan ride-hailing berbasis kendaraan listrik global, Green SM (Xanh SM), resmi meluncurkan armada taksi listriknya di Kota Bandar Lampung. Langkah ini menandai ekspansi perdana perusahaan asal Vietnam tersebut di Pulau Sumatra guna membangun ekosistem mobilitas hijau di Indonesia.
Kehadiran taksi listrik ramah lingkungan ini diprediksi akan mengubah peta kompetisi transportasi lokal. Dengan menawarkan kenyamanan mobil listrik, Green SM kini menjadi penantang baru yang siap bersaing ketat dengan para sopir ojek online (ojol) roda empat maupun angkutan konvensional yang selama ini menguasai jalanan Kota Tapis Berseri.
Bandar Lampung dipilih sebagai gerbang strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra, dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang dinamis serta kebutuhan transportasi urban yang berkelanjutan. Sebelum menyasar Sumatra, Green SM telah lebih dulu mengoperasikan armadanya di Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Bali.
Managing Director Green SM Indonesia, Deny Tjia, menyatakan bahwa kehadiran Green SM di Kota Tapis Berseri tidak hanya untuk memperluas jangkauan bisnis, tetapi juga memberikan standar baru bagi transportasi publik lokal.
“Ekspansi kami ke kota ini bertujuan menghadirkan pengalaman mobilitas yang konsisten dan berkualitas tinggi. Ini menjadi langkah penting dalam memperluas kehadiran kami secara terstruktur dan berkelanjutan di Pulau Sumatra,” kata Deny Tjia dalam keterangan resminya.
Tarif Kompetitif dan Skema Promo Pengguna Baru
Demi menarik minat pasar yang selama ini menggunakan aplikasi ojol platform lain, taksi listrik ini menawarkan struktur tarif yang sangat kompetitif untuk wilayah Bandar Lampung: Kilometer Pertama: Rp7.500. Kilometer Berikutnya: Rp4.000
Strategi penetapan harga ini, ditambah dengan keunggulan kabin mobil listrik yang senyap dan bebas emisi, diyakini akan memicu persaingan tarif dan kualitas layanan yang ketat di tingkat pemesanan digital.
Secara operasional, seluruh armada taksi Green SM di Indonesia menggunakan mobil listrik pabrikan VinFast. Layanan ini juga ditopang oleh Green SM Platform, yakni aplikasi konsumen yang telah dilengkapi fitur personalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mempermudah pemesanan.
Di sisi lain, kehadiran platform baru ini juga membuka opsi alternatif bagi para pengemudi lokal di Lampung. Perusahaan menawarkan model kemitraan dengan skema bagi hasil yang cukup menggiurkan, yakni hingga 90%. Pengemudi juga dibekali pelatihan khusus untuk menjamin standar keselamatan dan kenyamanan penumpang melalui sistem pemantauan real-time.
Green SM dioperasikan oleh PT Xanh SM Green and Smart Mobility, bagian dari Green Smart Mobility (GSM) yang didirikan oleh miliarder asal Vietnam sekaligus Chairman Vingroup, Phạm Nhật Vượng. Di kawasan Asia Tenggara, perusahaan ini telah merambah pasar Vietnam, Laos, Filipina (dengan nama Green GSM), dan Indonesia dengan misi menekan emisi karbon di area perkotaan. (Red)