
Lampung Timur, sinarlampung.co – Alokasi anggaran belanja internal DPRD Kabupaten Lampung Timur memicu sorotan tajam dari masyarakat. Di tengah gencarnya seruan efisiensi anggaran daerah, lembaga legislatif ini justru menggelontorkan dana hingga miliaran rupiah untuk kebutuhan operasional domestik.
Mengendus Skandal Perjalanan Dinas Rp15 Miliar di DPRD Lampung Timur: Urgensi atau Bancakan?
Berdasarkan data anggaran yang beredar pada pertengahan Juni 2026, terdapat beberapa pos belanja internal DPRD Lampung Timur yang dinilai fantastis dan dipertanyakan skala prioritasnya:
Perjalanan Dinas (Perjas): Rp12 Miliar, Belanja Makan dan Minum (Konsumsi): Rp5 Miliar, Kegiatan Kursus / Pelatihan: Rp1,5 Miliar, Pengadaan Pakaian Dinas: Rp500 Juta
Masyarakat menilai alokasi anggaran tersebut sangat kontras dengan semangat efisiensi anggaran dan pemulihan ekonomi publik. Banyak kalangan menilai uang rakyat sebesar itu seharusnya diprioritaskan untuk pembenahan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, atau program pemberdayaan ekonomi yang dampaknya langsung dirasakan warga Lampung Timur.
Hingga saat ini, lini masa media sosial lokal masih ramai memperbincangkan alokasi dana tersebut. Publik mendorong pimpinan dan anggota DPRD Lampung Timur untuk segera memberikan penjelasan transparan, rincian tujuan kegiatan, serta tolok ukur asas manfaat dari penggunaan APBD bernilai total belasan miliar rupiah tersebut. (Rudi Zen Antoni)