
Kota Metro, sinarlampung.co – Deputi Direksi BPJS wilayah III, Anurman Huda bersama Dewan Pengawas BPJS Pusat, Rukijo lakukan kunjungan sekaligus melakukan penilaian terhadap pelayanan yang sudah ada di RSUD Jendral A.Yani Kota Metro, sudah baik. Penilaian itu berdasarkan data pengukuran indikator nasional mutu rumah sakit.
Di tengah sorotan publik, terhadap pelayanan RSUD Jendral A.Yani Kota Metro yang dikeluhkan masyarakat, Dewan pengawas BPJS Pusat, Rukijo melakukan kunjungan langsung ke RSUD Jendral A.Yani Kota Metro, yang menyatakan bahwa, pelayanan yang sudah diberikan pihak RSUD A.Yani sudah baik.
Hal yang sama di sampaikan oleh Deputi BPJS Wilayah III, Anurman bahwa, pelayanan yang di berikan sangat baik. Hal itu juga di buktikan dengan bertanya jawab kepada sejumlah pasien di RSUD setempat.
Kepada Tim media ini, Direktur RSUD A.Yani, Eko Hendro Saputra menjelaskan bahwa, penilaian yang diberikan tersebut, berdasarkan Data Indikator Nasional Mutu Rumah Sakit, Angka Kepuasan Pasien terhadap pelayanan di RSUD Jendral A. Yani Kota Metro di tahun 2025 sebesar 85% dan menunjukan peningkatan di tahun 2026 menjadi 90%, Senin (1/6/2026).
Angka tersebut sesuai target yang telah ditetapkan, dan juga menunjukkan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Data lain juga menunjukkan angka keterisian penggunaan tempat tidur BOR : 71,59 %, dimana BOR ideal berdasarkan standar Kemenkes adalah antara 60 – 80%. Rata rata kunjungan poliklinik perhari 384 pasien menunjukkan antusiasme masyarakat dan kepercayaannya kepada RSUD A. Yani Kota Metro.
Masih kata Eko Hendro Saputra, berdasarkan penilaian dalam kunjungan langsung Deputi dan Dewas BPJS beberapa waktu lalu, pelayanan yang sudah diberikan sudah baik. Maka dari itu, dalam upaya mewujudkan visi rumah sakit yang unggul dalam pelayanan dan pendidikan, RSUD A.Yani terus berbenah dengan melengkapi sarana, prasarana serta alat kesehatan yang canggih, juga meningkatkan profesionalisme dan kompetensi SDM.
“Termasuk juga meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien serta mewujudkan kemandirian pengelolaan keuangan, menjadikan rumah sakit sebagai intitusi yang mampu menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di bidang kesehatan,”‘ jelasnya. (Red)