
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Setelah sempat terombang-ambing selama lima hari akibat mengalami kerusakan mesin total (black out), Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Persada III akhirnya berhasil melanjutkan sisa pelayaran dan bersandar di Pelabuhan Pelindo Panjang, Bandar Lampung, pada Senin pagi (18/5/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
Kapal rute Pelabuhan Ciwandan/Cigading (Banten) menuju Pelabuhan Panjang (Lampung) ini sebelumnya terkatung-katung di perairan Selat Sunda sejak Kamis (14/5/2026) pagi, membawa ratusan penumpang serta puluhan truk logistik.
Berdasarkan keterangan Kasubdit Patroli Airud Polda Banten, Kompol Lis Handaya, KMP Mutiara Persada III awalnya bertolak dari Pelabuhan Cigading, Cilegon, pada Kamis (14/5/2026) subuh pukul 04.15 WIB.
Namun, sekitar pukul 09.00 WIB, kapal mengalami penurunan kecepatan drastis akibat gangguan pada mesin utama (Main Engine). Kondisi ini memaksa nakhoda melakukan lego jangkar darurat di sekitar perairan Tanjung Tua, Kalianda, Lampung Selatan, pada titik koordinat -5°47’46″S 105°47’34″E.
Manajemen PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) selaku operator kapal mencatat, KMP Mutiara Persada III mengangkut sedikitnya 179 penumpang serta puluhan armada logistik, dengan rincian:
Truk Golongan V B: 11 unit
Truk Golongan VI B: 54 unit
Truk Golongan VII B: 28 unit
Mendapat laporan situasi darurat (black out) tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Sat Polairud Polres Lampung Selatan, Ditpolairud Polda Lampung, Ditpolairud Polda Banten, Basarnas, dan TNI AL langsung bergerak melakukan operasi penyelamatan di bawah kondisi laut malam hari.
Pada Kamis malam pukul 22.00 WIB, tim menggunakan kapal patroli bergerak mendekati objek untuk menyalurkan bantuan logistik makanan dan obat-obatan kepada ratusan penumpang dan sopir truk yang tertahan di atas kapal.
Memasuki hari ketiga, tepatnya Sabtu 16 Mei 2026 siang sekitar pukul 14.00 WIB, tim SAR memutuskan melakukan evakuasi parsial menggunakan Kapal Negara (KN) GOLOK-P.206 karena proses perbaikan mesin kapal memakan waktu lama.
“KN GOLOK-P.206 melakukan manuver sandar lambung di tengah laut untuk mengevakuasi sebagian penumpang. Sebanyak 28 orang berhasil kami pindahkan dalam kondisi selamat tanpa korban jiwa dan langsung kami antar menuju Dermaga C1 Port of Panjang,” jelas Kompol Lis Handaya, Senin 18 Mei 2026.
Lis menambahkan, tidak semua penumpang bersedia dievakuasi ke daratan. Sebagian besar penumpang, terutama para sopir logistik, memilih tetap bertahan di dalam KMP Mutiara Persada III untuk menjaga kendaraan dan barang muatan mereka.
Setelah tim teknisi bekerja maraton melakukan perbaikan komponen main engine selama beberapa hari, mesin utama kapal akhirnya dinyatakan kembali normal dan aman untuk berlayar pada Minggu malam.
Pada Senin pagi (18/5/2026), KMP Mutiara Persada III resmi mengangkat jangkar dan bergerak perlahan menuju pelabuhan tujuan dengan kecepatan konstan sekitar 6,5 knot. Otoritas pelayaran memastikan seluruh sisa penumpang dan kru kapal yang bertahan tiba di Pelabuhan Panjang dalam keadaan sehat dan selamat. (red)