
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Kondisi sekitar 160 penumpang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Persada III yang terombang-ambing di perairan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, dilaporkan semakin memprihatinkan. Hingga Minggu (17/5/2026) malam, atau memasuki hari kelima sejak keberangkatan, para penumpang disebut masih belum dievakuasi.
Selain menghadapi tekanan psikis akibat ketidakpastian, para penumpang juga dilaporkan mulai mengalami kekurangan logistik. Sejumlah penumpang mengaku kesulitan mendapatkan makanan layak selama berada di atas kapal yang mengalami gangguan mesin tersebut.
Salah seorang penumpang, Supri Yadi, mengatakan hingga kini belum ada langkah evakuasi yang dilakukan pihak operator kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP). Menurut dia, para penumpang hanya mendapat janji tanpa kepastian.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian penumpang bahkan terpaksa memasak air menggunakan kayu bekas di bawah meja dek agar terhindar dari guyuran hujan.
“Makannya ala kadarnya, tidak pantas untuk konsumsi manusia,” ujar seorang penumpang lain yang enggan disebutkan namanya.
Ia menambahkan, jatah makan dari pihak kapal terkadang hanya diberikan satu kali dalam sehari.
Kondisi para penumpang disebut semakin berat karena cuaca buruk di perairan Lampung Selatan dalam beberapa hari terakhir. Angin kencang, hujan, dan gelombang tinggi membuat situasi di atas kapal semakin tidak nyaman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KMP Mutiara Persada III merupakan kapal jenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) yang berlayar dari Pelabuhan Cigading, Banten menuju Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. Kapal tersebut diketahui mengangkut sekitar 160 penumpang serta 110 unit kendaraan, terdiri dari truk logistik dan mobil pribadi.
Perjalanan kapal dilaporkan mengalami kendala sejak awal keberangkatan. Pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, penumpang mulai naik ke kapal. Namun, keberangkatan mengalami keterlambatan hingga belasan jam.
Kapal baru meninggalkan Dermaga Cigading pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Namun, belum genap lima jam berlayar, tepatnya sekitar pukul 08.00 WIB, kapal mengalami mati mesin saat memasuki perairan Kalianda, Lampung Selatan.
Sejak mengalami kerusakan mesin, kapal dilaporkan terombang-ambing di laut tanpa kepastian penanganan maupun penarikan ke pelabuhan terdekat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi mengenai kapal bantuan atau tugboat yang dikirim untuk menarik KMP Mutiara Persada III. Para penumpang mendesak pihak berwenang, termasuk Basarnas dan KSOP setempat, segera mengambil alih proses evakuasi demi keselamatan mereka.
Sementara itu, pihak PT Atosim Lampung Pelayaran belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi kapal maupun langkah penanganan terhadap para penumpang. (*)