
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Suasana haru menyelimuti halaman SMK Muhammadiyah Way Sulan (Mulan), Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, saat acara perpisahan siswa kelas XII digelar pada Senin (11/5/2026). Momentum pelepasan siswa berlangsung penuh kehangatan, dihiasi ungkapan kasih sayang, rasa hormat, serta doa dari orang tua dan para guru.
Momen paling menyentuh dalam rangkaian kegiatan tersebut terjadi saat tradisi sungkem dilaksanakan. Para siswa berlutut dan menundukkan kepala di hadapan orang tua serta guru sebagai bentuk penghormatan, permohonan maaf, dan ungkapan terima kasih atas segala pengorbanan dan bimbingan selama menempuh pendidikan.
Satu per satu siswa maju untuk bersalaman, memeluk, dan mencium tangan orang tua maupun guru. Tangis haru pecah di berbagai sudut lokasi acara ketika perasaan yang selama ini tersimpan akhirnya tersampaikan dalam suasana penuh emosional.
Kepala SMK Muhammadiyah Way Sulan, Dedi Tri Dasa, mengaku bangga sekaligus terharu melihat para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dan siap melangkah ke fase kehidupan berikutnya.
“Saya merasa begitu terharu, namun di saat yang sama hati ini penuh dengan kebanggaan yang tak terkira kepada seluruh siswa-siswi kelas XII. Kalian semua adalah anak-anak hebat; kalian telah berjuang, belajar, dan berikhtiar dengan sepenuh hati hingga sampai di titik bersejarah ini. Semoga setiap langkah kalian senantiasa diiringi keberkahan, semoga kalian tumbuh menjadi orang-orang yang sukses, bermanfaat, dan dicintai sesama manusia. Ingatlah selalu, keberhasilan kalian di masa depan adalah kebanggaan terbesar kami, dan kesuksesan kalian adalah pula kesuksesan kami semua, keluarga besar SMK Muhammadiyah Way Sulan,” ujarnya dengan suara bergetar.
Dalam pesannya, Dedi juga mengingatkan para lulusan agar tetap menjaga nama baik almamater, menjunjung sopan santun, serta menjadi pribadi yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat, baik saat melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Ia menegaskan bahwa proses belajar tidak berhenti setelah lulus sekolah. Menurutnya, ilmu pengetahuan merupakan bekal yang harus terus dicari sepanjang hayat.
Pada kesempatan itu, Dedi Tri Dasa turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Seksi SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan, Kurniati, S.Pd., MM, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Tomas Amriko. Kehadiran tersebut disebut sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah terhadap kemajuan pendidikan di daerah.
Selain prosesi perpisahan, pihak sekolah juga memaparkan sejumlah langkah strategis yang telah dilakukan untuk memperkuat kualitas pendidikan dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
Saat ini, SMK Muhammadiyah Way Sulan telah menjalin kemitraan dengan 29 perusahaan melalui kerja sama Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), baik di Lampung maupun luar daerah. Sekolah juga telah membangun kolaborasi dengan 39 perguruan tinggi di berbagai wilayah untuk membuka akses pendidikan lanjutan bagi para siswa.
“Kerja sama dan kemitraan ini kami bangun dengan tujuan yang mulia: agar setiap lulusan kami memiliki jaminan masa depan yang terang dan cerah. Bagi mereka yang ingin langsung bekerja, kami telah menyiapkan jalur dan tempat melalui perusahaan mitra terpercaya. Bagi yang berkeinginan melanjutkan kuliah, kami telah membuka akses dan kemudahan melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi ternama. Ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk mempersiapkan anak-anak didik menjadi tenaga kerja yang terampil, berkompeten, dan siap bersaing di kancah nasional maupun internasional,” jelasnya.
Perpisahan siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Way Sulan tahun ini tak sekadar menjadi seremoni pelepasan, tetapi juga momentum penuh makna yang mempererat hubungan emosional antara siswa, orang tua, dan guru sebelum para lulusan melangkah menuju masa depan masing-masing. (Waluyo)