
Lampung Timur, sinarlampung.co – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (8/5/2026).
Orang nomor dua di Indonesia itu tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB dengan pengawalan ketat. Kedatangannya disambut ratusan warga yang sejak pagi memadati kawasan KNMP demi melihat langsung putra sulung Presiden RI tersebut.
Dalam kunjungan itu, Gibran meninjau progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sekaligus berdialog dengan nelayan tangkap dan nelayan budidaya. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama para kepala desa se Kecamatan Labuhan Maringgai.
Turut mendampingi rombongan, Gubernur Lampung, Bupati Lampung Timur, Kapolres Lampung Timur, Dandim 0429/Lampung Timur, jajaran Forkopimda hingga sejumlah tokoh masyarakat.
Namun di balik agenda yang berlangsung meriah dan penuh pengamanan ketat itu, terselip kekecewaan warga yang berharap bisa bertemu langsung dengan sang wapres.
Ningsih (39), warga Dusun 01 RT 03 Desa Margasari, mengaku kecewa setelah dirinya bersama sang anak, Marcelo (7), tidak diizinkan masuk ke area dialog oleh petugas keamanan.
Padahal, menurutnya, ia sudah datang sejak subuh demi bisa bertatap muka langsung dengan Gibran.
“Saya pengen ketemu Pak Wapres. Dari jam 6 pagi saya nunggu di sini, malah nggak boleh masuk,” keluh Ningsih dengan wajah kecewa
Kekecewaan warga itu terasa kontras dengan pesan yang disampaikan Gibran di hadapan para nelayan. Dalam dialognya, Wapres meminta masyarakat tidak takut menyampaikan keluhan kepada pemerintah, terutama terkait persoalan yang menyangkut kebutuhan nelayan
Salah satu persoalan yang paling disorot ialah kelangkaan dan keterbatasan kuota solar bagi nelayan. Menanggapi hal tersebut, Gibran berjanji akan menindaklanjuti persoalan kebutuhan BBM nelayan dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan pihak Pertamina agar kebutuhan solar bagi nelayan dapat terpenuhi.
“Masalah solar untuk nelayan ini akan kita koordinasikan supaya ada solusi dan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” ujar Gibran di hadapan warga nelayan.
Agenda kunjungan kemudian ditutup dengan dialog bersama kepala desa se Kecamatan Labuhan Maringgai dan sesi sapa warga. Dalam kesempatan itu, Gibran juga membagikan sejumlah bingkisan kepada masyarakat yang memadati kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.
Awak Media Juga Kecewa
Tak hanya warga, sejumlah awak media daerah juga mengaku kecewa lantaran tidak diberikan akses leluasa untuk meliput agenda kunjungan Wakil Presiden.
Beberapa wartawan yang hadir menyebut protokol pengamanan berlangsung sangat ketat dan terkesan kaku terhadap insan pers. Sejumlah jurnalis bahkan tidak diperbolehkan masuk ke titik utama kegiatan, sehingga kesulitan menjalankan tugas peliputan.
Kondisi itu memicu sorotan, sebab di tengah gaung keterbukaan informasi publik, akses wartawan justru dibatasi dalam agenda kunjungan pejabat negara yang seharusnya dapat diliput secara terbuka oleh media.
“Datang dari pagi untuk meliput, tapi akses dibatasi. Kami hanya bisa melihat dari luar pagar pengamanan,” ungkap salah satu wartawan yang hadir di lokasi.
Ketatnya pengamanan dalam kunjungan Wapres di Desa Margasari pun menyisakan dua wajah berbeda: meriahnya penyambutan pejabat negara, namun di sisi lain meninggalkan rasa kecewa bagi warga dan insan pers yang berharap bisa lebih dekat dan terlibat langsung dalam agenda tersebut. (Afandi)