
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Perjalanan Aldi Sulistiawan (26), istrinya Rani (24), dan putri kecil mereka Bella (1 tahun 8 bulan) menuju Pekanbaru berakhir memilukan. Satu keluarga asal Way Kanan, Lampung, ini menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut yang melibatkan Bus ALS dan mobil tangki minyak mentah di Muratara, Rabu 6 Mei 2026.
Update Kecelakaan Maut Muratara: Identitas Sopir dan Kenek Teridentifikasi, 16 Korban Tewas Terbakar
Ada kisah getir sebelum keluarga kecil ini menaiki “bus maut” tersebut. Menurut keterangan keluarga, mereka sempat dua kali gagal berangkat akibat kendala teknis yang tak terduga.
Hambali (44), ayah kandung Rani, menceritakan bahwa anak dan menantunya sebenarnya tidak berencana naik Bus ALS. Awalnya, mereka sudah memesan tiket Bus Handoyo. Namun, keberangkatan itu gagal karena bus sudah berangkat lebih dulu saat mereka terjebak perlintasan kereta api yang memakan waktu lama.
“Awalnya bukan bus itu yang mau ditumpangi. Tapi karena tertunda terus, sempat cari bus lain juga tidak ada jadwal, akhirnya mereka naik bus yang kecelakaan itu pada Selasa (5/5),” ujar Hambali dengan nada lirih.
Niat Aldi dan Rani pergi ke Pekanbaru adalah untuk membuka usaha dan hidup mandiri. Ironisnya, pihak keluarga sebenarnya sudah berupaya menahan kepindahan pasangan muda ini.
Ramdi, paman korban, menyebutkan bahwa seminggu sebelum keberangkatan, keluarga bahkan sudah membelikan material bangunan berupa pasir dan semen agar mereka membangun rumah di kampung halaman saja.
“Kami sempat melarang dan ingin mereka bangun rumah di sini saja, material sudah disiapkan. Tapi mereka tetap ingin merantau untuk mandiri. Kami tidak menyangka ini menjadi perjalanan terakhir mereka,” kata Ramdi.
Identitas Korban dan Kondisi Terkini
Kecelakaan ini merenggut nyawa belasan orang, termasuk kru bus dan pengemudi mobil tangki. Tim DVI dilaporkan mengalami kesulitan dalam proses identifikasi karena kondisi jasad yang mengalami luka bakar serius.
Selain keluarga Aldi, tercatat beberapa identitas korban tewas lainnya di antaranya:
Kru & Sopir: Alif (Sopir Bus), Saf (Kenek), Maleh (Kru), Aryanto (Sopir Tangki), dan Martoni.
Penumpang: Relodo, Zulkifli, Celinton, Hisyamsiah Bachri, Sukardi, Salim, Budiyanto, dan Barhul Ulum.
Sementara itu, empat orang dilaporkan selamat. Tiga di antaranya, yakni Jumiatun (35), Ngadiono (44), dan Muhammad Fahrul Hubaidi (31), saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit akibat luka bakar. Satu korban lainnya, M. Fadli (30), telah diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan. (Red)