
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Raden Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, melaksanakan silaturahmi dan diskusi bersama mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) di Aula A. Yani Makodam XXI/Raden Inten, Jalan Teuku Umar No. 85, Kedaton, Bandar Lampung.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat utama Kodam XXI/Raden Inten, di antaranya Kasdam XXI/RI Brigjen TNI Andrian Susanto, para asisten Kasdam, Kakesdam Kolonel Ckm dr. Bambang Siswanto, Kakumdam Kolonel Chk Budi Sartono, serta Wakapendam Letkol Inf Oki Fikriansyah.
Turut hadir perwakilan mahasiswa UBL, antara lain Presiden BEM FH UBL Alfin Sanjaya, Sekjen Nanda Gilang Ramadhan, Menteri Kastrad M. Rafli, Menteri Dalam Negeri Kevin Jonathan, Staf Khusus Sauvi Aditya, serta perwakilan departemen lainnya.
Dalam sambutannya, Pangdam menyebut diskusi ini penting sebagai ruang bertukar gagasan antara TNI dan kalangan akademisi. Ia menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan wawasan kebangsaan.
“Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, generasi muda dituntut untuk berpikir kritis namun tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan rasa cinta tanah air,” ujar Pangdam.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar bijak menyikapi arus informasi, terutama di media sosial, serta tidak mudah terpengaruh hoaks. Menurutnya, forum seperti ini diharapkan melahirkan ide konstruktif dan solusi inovatif bagi pembangunan daerah dan nasional.
Dalam sesi diskusi, Presiden BEM FH UBL Alfin Sanjaya memaparkan sejumlah kajian strategis, mulai dari isu hak asasi manusia dalam kasus kekerasan, ketahanan pangan dalam perspektif militer, hingga program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Kajian tersebut menyoroti pentingnya penegakan hukum yang adil dan transparan, peran TNI dalam mendukung ketahanan pangan melalui pendekatan teritorial, serta sinergi pemerintah dan TNI dalam memperkuat ekonomi desa melalui koperasi.
Diskusi berlangsung interaktif dan menjadi ruang mempererat hubungan antara TNI dan mahasiswa. Forum ini juga memberi gambaran lebih utuh tentang peran TNI, tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga terlibat dalam pembangunan di berbagai sektor.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara TNI dan kalangan akademisi semakin kuat, sekaligus mendorong peran aktif generasi muda dalam menjaga persatuan dan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia. (*)